• Minggu, 28 November 2021

Presiden Jokowi Groundbreaking Pembangunan Pabrik Smelter Freeport Single Line Terbesar di Dunia

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:50 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pembangunan (groundbreaking) instalasi pemurnian dan pengolahan (smelter) PT Freeport Indonesia, Selasa (12/10).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pembangunan (groundbreaking) instalasi pemurnian dan pengolahan (smelter) PT Freeport Indonesia, Selasa (12/10).

STRATEGI.IDPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, pada hari ini (12/10/21).

Smelter Freeport dengan nilai investasi mencapai 42 triliun rupiah dibangun di atas lahan seluas 100 hektar. Smelter ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia dengan kapasitas desain 1,7 juta ton konsentrat per tahun.

Peresmian ini menandai dimulainya tahap konstruksi smelter PT Freeport Indonesia, setelah sejumlah tahapan dilakukan termasuk Front-End Engineering Design, reklamasi dan penguatan lahan, serta rekayasa detail yang sudah dimulai sejak akhir 2018. Hingga saat ini, kemajuan pembangunan smelter telah mencapai 8%.

Baca Juga: Media Masa Australia Melawan Google dan Facebook, Apakah Api Perlawanan Ini akan Muncul di Indonesia?

Presiden Jokowi dalam sambutannya menyatakan pembangunan smelter di dalam negeri akan memperkuat hilirsasi industri. “Saya berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik akan mejadi daya tarik bagi industri lain, khususnya industri turunan tembaga untuk ikut berinvestasi”.

Jokowi menambahkan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh agar iklim investasi kita lebih baik.

Peresmian groundbreaking ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018.

Baca Juga: Wanda Hamidah Merasa Kena Tipu Prudential: Aku Menyesal

“Kewajiban pembangunan smelter tertuang dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI yang menjadi bagian tak terpisahkan dari izin keberlanjutan operasi PTFI hingga 2041,” ujar Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI.

Konsentrat tembaga yang dipasok ke Smelter ini berasal dari tambang bawah tanah terbesar di dunia yang dikelola PTFI, dimana 98% karyawannya adalah putra putri terbaik bangsa yang berasal dari berbagai suku dan daerah, baik di Papua dan daerah lainnya di Indonesia.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wamenkeu: EBT Adalah Masa Depan, Bukan Pilihan

Minggu, 14 November 2021 | 20:00 WIB

Geram, Penggemar Kritik Pedas Sinetron Ikatan Cinta

Selasa, 2 November 2021 | 12:00 WIB

Menhub Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Sanur Bali

Minggu, 31 Oktober 2021 | 18:00 WIB
X