• Minggu, 23 Januari 2022

Kemenko Marves Jamin Implementasi Pemulihan Ekonomi Berbasis Laut yang Berkelanjutan di Indonesia

- Rabu, 3 November 2021 | 12:55 WIB
Kemenko Marves Jamin Implementasi Pemulihan Ekonomi Berbasis Laut yang  Berkelanjutan di Indonesia (Dok: kemenkomarves)
Kemenko Marves Jamin Implementasi Pemulihan Ekonomi Berbasis Laut yang Berkelanjutan di Indonesia (Dok: kemenkomarves)

STRATEGI.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam menangani masalah sampah plastik, khususnya di laut. Hal tersebut disampaikannya melalui pidato pada Diskusi Panel bertajuk  "Scaling Up Governance and Collaborative Actions in Combating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions in Indonesia".  

“Polusi plastik adalah masalah yang sangat memengaruhi bangsa kita. Kami tidak akan membiarkan krisis yang membayangi ini berlanjut. Sebaliknya, kami mengambil tindakan tegas dan berani di setiap tingkat dan lintas sektor di Indonesia untuk melakukan transformasi yang diperlukan untuk mencapai polusi plastik yang mendekati nol di Indonesia,” Kata Menko Luhut dalam salah satu rangkaian even COP-26 UNFCCC di Glasgow, Skotlandia, pada hari Selasa (2/11/21).

Baca Juga: PLN Hadirkan Mitra Swasta Pertama Penyediaan  SPKLU di Indonesia Dengan Gandeng Nissan

Pada tahun 2018, pemerintah Indonesia telah meluncurkan Peraturan Presiden tentang Penanganan Sampah Plastik Laut yang disertai dengan Rencana Aksi Penanganan Sampah Plastik Laut 2018-2025. “Peraturan Presiden tersebut telah menempatkan perjuangan melawan polusi plastik menjadi prioritas dalam agenda nasional, sehingga mendorong terciptanya lingkungan yang kita butuhkan sebagai pembuat kebijakan untuk mewujudkan visi ambisius ini,” terang Menko Luhut.

Guna mewujudkan Rencana Aksi tersebut, Menko Luhut menjabarkan bahwa pemerintah sudah mulai mengintegrasikan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan menekankan pada ekonomi sirkular yang menempatkan peran masyarakat, pengusaha kecil, dan sektor informal sebagai aktor utama.

Baca Juga: Kejar Target Carbon Neutral 2060, PLN Sambut Dukungan Investasi Hijau USD 500 Miliar

“Melalui pendekatan ini, pandangan terhadap pengelolaan sampah telah bergeser menjadi sumber perekonomian masyarakat yang sekaligus dapat meningkatkan kualitas lingkungan,” sambung Menko Luhut.

Selanjutnya, Menko Luhut juga menerangkan bahwa sungai yang tercemar juga menjadi salah satu penyebab utama polusi di laut. Untuk itu, diperlukan solusi penanganan yang terintegrasi, baik dalam penanganan sungai maupun laut.

Baca Juga: Jelang Putaran Kedua Liga 1, Persija Jakarta Evaluasi Kinerja Tim

“Terkait itu, Indonesia bersama Jerman telah meluncurkan Green Infrastructure Initiative sebagai cara inovatif untuk mempercepat dan memprioritaskan proyek infrastruktur agar relevan dan ramah terhadap lingkungan dan iklim,” tutur Menko Luhut.

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandara Halim Perdanakususma ditutup mulai 26 Januari

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:00 WIB
X