• Minggu, 23 Januari 2022

APBN 2021 Suntik Pembengkakan Biaya Sebesar Rp6,9 Triliun untuk Kereta Cepat dan LRT

- Selasa, 9 November 2021 | 23:30 WIB
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut untuk mengejar target operasi 2022 mendatang. ( Foto: PT KCIC)
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut untuk mengejar target operasi 2022 mendatang. ( Foto: PT KCIC)

STRATEGI.ID - Mulyani Indrawati sebagai menteri Keuangan akan menyuntik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 4,3 triliun.

Pembengkakan biaya proyek dari estimasi awal pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dan LRT Jabodebek akan mendapat tambalan dana dari APBN 2021.

PMN tersebut masuk dalam PMN PT KAI yang disuntik senilai Rp 6,9 triliun. 

Baca Juga: Soal Commitmen Fee Penyelengaraan Formula E, Fraksi PDIP: Banyak yang Ditutupi Pemprov DKI Jakarta

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan tambalan dana itu akan dikucurkan melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp6,9 triliun. Penyertaan modal ini berasal dari sisa lebih anggaran (SAL) 2021.

Dari besaran PMN tersebut, Rp4,3 triliun akan digunakan untuk proyek kereta cepat. Sedangkan sisanya sebesar Rp2,6 triliun akan dipakai untuk menyelesaikan proyek LRT Jabodebek.

“PMN Rp6,9 triliun untuk menyelesaikan LRT Jabodebek yang alami cost overrun Rp2,6 triliun dan Kereta Cepat Jakarta Bandung untuk memenuhi kebutuhan base equity Rp 4,3 triliun,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (8/11/2021) kemarin.

Baca Juga: Bahas Dugaan Rem Blong Sabotase Mobil Vanessa Angel, Polisi: Semua CCTV yang Mendekati TKP Diselidiki

Khusus proyek kereta cepat, Menkeu tidak menampik bahwa poyek tersebut awalnya menggunakan skema business to business (B to B) antar badan usaha dua negara, Indonesia-China.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandara Halim Perdanakususma ditutup mulai 26 Januari

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:00 WIB
X