• Sabtu, 29 Januari 2022

Anggaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Ketok, APBN Danai Base Equity Sebesar Rp4,3 Triliun

- Jumat, 17 Desember 2021 | 10:20 WIB
Pilar Proyek  Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dibongkar hingga timpa ekskavator sempat viral d medsos. / (dok.Twitter @AlBurhanCenter/)
Pilar Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dibongkar hingga timpa ekskavator sempat viral d medsos. / (dok.Twitter @AlBurhanCenter/)

STRATEGI.ID - Kabar gembira buat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang sudah memperoleh pendanaan atau penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4,3 triliun dari pemerintah.

Saat ini, PMN telah disetujui dan akan dikucurkan untuk kebutuhan penyelesaian Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)

Menangapi hal tersebut Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi pernah mengatakan, bahwa  PMN tersebut diberikan untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku leading atau pimpinan consortium BUMN atau PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Baca Juga: Info Lowwongan Kerja di KAI Servis Bualan Desember 2021, Mungkin Ini Jawaban Anda Tunggu

Sementara itu Komisi XI DPR menyetujui APBN mendanai Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Pendanaan ini dikucurkan melalui skema penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia yang berasal dari APBN tahun anggaran 2021.

"(PMN) KCJB untuk pemenuhan kebutuhan base equity sebesar Rp4,3 triliun," kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto saat membacakan pemberian suntikan modal ke sejumlah BUMN, Rabu (15/12/21).

Dito menyampaikan, Komisi XI DPR memahami bahwa suntikan modal melalui PT KAI itu agar pemerintah bisa menyelesaikan pekerjaan proyek KCJB.

Baca Juga: Bocoran Ikatan Cinta 17 Desember 2021, Alderbaran Mengetahui Siapa Adi dan Rendy, Mama Rosa Ketakutan

Kendati begitu, Komisi XI DPR mendorong pemerintah tetap mengembangkan skema pembiayaan di luar APBN dalam menyelesaikan proyek kereta cepat.

Komisi XI DPR juga menyepakati suntikan modal kepada PT KAI untuk kelanjutan LRT Jabodetabek dalam kebutuhan cost overrun sebesar Rp2,6 triliun. Sehingga total tambahan PMN PT KAI pada 2021 sebesar Rp6,9 triliun.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandara Halim Perdanakususma ditutup mulai 26 Januari

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:00 WIB
X