• Selasa, 25 Januari 2022

Perang Supremasi China dan Amerika Serikat , Akankah Meledak di Laut Natuna Utara

- Kamis, 23 September 2021 | 14:45 WIB
Ilustrasi kapal perang (Pixabay.com)
Ilustrasi kapal perang (Pixabay.com)

STRATEGI.ID - Perjalanan sejarah kadang-kadang menempatkan sebuah bangsa di posisi penting dan kunci, bahkan ketika bangsa itu tidak menyadarinya pentingnya kehadiran Indonesia terhadap Perang Supremasi China dan Amerika Serikat.

Itulah yang dialami Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo. Tanpa disadari banyak kalangan di dalam negeri, Indonesia seolah-olah “disuguhi” peluang apik untuk berperan besar dalam percaturan global antara China dan Amerika Serikat.

Di tengah "perang supremasi" antara China dan Amerika Serikat, Indonesia perlu tetap berpijak kepada kepentingan nasional dan mengantisipasi kepentingan asing terhadap keberadaan Laut Natuna Utara.

Baca Juga: Sumatera Terang untuk Energi Bersih, Cina Harus Evaluasi Proyek PLTU Batu Bara

Penting untuk menjaga kedaulatan nasional agar tidak terseret dalam pusaran ketegangan antara China-AS tersebut.

Pengamat Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana menilai, pemerintah Indonesia pada dasarnya perlu memegang teguh persahabatan dengan setiap negara, termasuk AS dan China.

Namun dalam praktiknya, kepentingan nasional juga perlu dipegang erat.

Baca Juga: Mampukah Indonesia 'Mengatur' AS dan China di G20?

Ia mencontohkan tentang persoalan Laut China Selatan yang juga melibatkan China dan AS.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Metaverse Makin Digaungkan, Bos PlayStasion Murka

Senin, 24 Januari 2022 | 20:45 WIB

Pandemi Segera Berakhir, Ini Dia Penjelasan WHO

Senin, 24 Januari 2022 | 17:45 WIB

Panglima AL Mundur Usai Beri Dukungan Kepada Putin

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:30 WIB

70 Orang Tewas, Pasca Serangan Koalisi Saudi Di Yaman

Sabtu, 22 Januari 2022 | 02:43 WIB
X