Makna dan Sejarah, Makan Ketupat di Hari Lebaran

- Senin, 25 April 2022 | 11:46 WIB
Ketupat jadi sajian wajib di setiap perayaan hari raya Idul Fitri bagi Umat Muslim. (STRATEGI.ID)
Ketupat jadi sajian wajib di setiap perayaan hari raya Idul Fitri bagi Umat Muslim. (STRATEGI.ID)

STRATEGI.ID - Makanan bernama Ketupat telah menjadi simbol dan menu wajib bagi perayaan hari raya Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia.

Hidangan khas yang isinya beras nasi dibalut dengan daun kelapa muda (janur, red) yang dianyam ini, menjadi tradisi turun temurun di Nusantara sebagai penanda tibanya hari raya Idul Fitri.

Ketupat awalnya diambil dari sebuah frasa bahasa Sunda dan Jawa, yaitu ‘Kupat’ yang artinya 'ngaku lepat'. 'Ngaku lepat' dalam bahasa Indonesia artinya mengakui kesalahan, sehingga kupat melambangkan momen saling memaafkan saat Lebaran tiba.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Kolak Pisang Sebagai Menu Buka Puasa

Di Indonesia, Ketupat sudah menjadi tradisi Lebaran sejak awal abad ke-15.

Penyebaran agama Islam yang dipimpin oleh pemerintahan Kerajaan Demak, memulai tradisi Ketupat sebagai simbol Lebaran untuk menunjukan identitas budaya Indonesia dan Islam yang dikombinasikan.

Kemudian, tradisi ini dilanjutkan oleh para Wali Songo saat menyebarluaskan ajaran agama Islam di pulau Jawa.

Baca Juga: Keistimewaan Es Bola Untuk Buka Puasa, Ini Resepnya

Arti Kata Ketupat

Ketupat atau kupat, selain memiliki kepanjangan 'ngaku lepat', juga diartikan sebagai 'laku papat' dalam bahasa Jawa yang artinya empat tindakan.

Halaman:

Editor: Mochamad Rizki Damanhuri

Sumber: Kamus Bahasa Jawa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Makna dan Sejarah, Makan Ketupat di Hari Lebaran

Senin, 25 April 2022 | 11:46 WIB

Apa Si Ngabuburit di Bulan Ramadhan?

Minggu, 3 April 2022 | 14:56 WIB

Sayur Bayam Menjadi Menu Yang Pas Untuk Sahur

Sabtu, 2 April 2022 | 18:23 WIB

Asal Usul Nikmatnya Nasi Uduk

Senin, 14 Februari 2022 | 09:18 WIB
X