• Minggu, 23 Januari 2022

WNA Berulah, Forum Satu Nusantara bersama Proteki Law Firm gelar Konferensi Pers terkait Tindak Pidana

- Jumat, 19 November 2021 | 15:01 WIB
WNA Berulah, Forum Satu Nusantara (Fortuna) bersama Proteki Law Firm gelar Konferensi Pers terkait Tindak Pidana (Foto Istmewa)
WNA Berulah, Forum Satu Nusantara (Fortuna) bersama Proteki Law Firm gelar Konferensi Pers terkait Tindak Pidana (Foto Istmewa)

STRATEGI.ID- Proteki Law Firm melaporkan Warga Negara Asing (WNA) terkait dugaan tindak pindana keimigrasian. Laporan tersebut tercatat di kantor Imigrasi kelas I TPI Semarang dengan nomor LK/022/XI/2201/INTELDAKIM pada tanggal 12 November 2021. Jakarta, Jum'at (19/11/22).

Baca Juga: Ketum PB SEMMI Tantang Luhut Debat Terbuka Terkait Kedatangan WNA Disaat PPKM Darurat

Daniel Tourino selaku pelapor menyampaikan bahwa terlapor atas nama Frederik Surya Tjoe warga negara Singapura dengan sengaja melalukan pemalsuan keimigrasian.

"Berdasarkan bukti-bukti yang kami peroleh bahwa Frederik melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen-dokumen administratif keimigrasian dan ini sangat membahayakan keamanan dan ketertiban umum". Ujar Daniel Tourino. Jumat (19/11/21).

"Frederik ini sudah bukan menjadi warga negara Indonesia lagi, terlihat dari Kartu Tanda Penduduknya (KTP) nya yang sudah mati pada tahun 2017 dan Paspornya yang berkebangsaan Singapura. Selain itu, Frederik memanfaatkan nomor induk KTPnya yang sudah mati untuk memperoleh vaksinasi gratis dari pemerintah," tambahnya.

Baca Juga: Protokol Kesehatan Untuk WNI dan WNA Masuk Wilayah Indonesia

Daniel yang juga merupakan profesi praktisi hukum menegaskan, bahwa pemerintah harus tegas dalam menindak WNA yang mengatas namakan WNI untuk menikmati fasilitas negara.

"Tujuan dari semua laporan ini agar para pejabat imigrasi lebih tegas dalam menindak WNA yang melakukan tindak pidana pemalsuan surat atau dokumen perjalanan dengan mengaku WNI untuk menikmati fasilitas dari negara," tegasnya.

Baca Juga: Perbedaan e-KTP untuk WNI dan WNA

Halaman:

Editor: Martinus Yenn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada! Dua Kasus Kematian Akibat Varian Omicron

Sabtu, 22 Januari 2022 | 22:10 WIB
X