• Jumat, 20 Mei 2022

Update DPR RI, Capaian Belanja APBD Rendah, ini Kata Puteri Anetta Komarudin

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 17:00 WIB
Puteri Komarudin Menyoroti Anggaran Subsidi Pupuk dan Meminta Pemerintah untuk Disebarkan Secara Merata (Instagram.com @puterikomarudin)
Puteri Komarudin Menyoroti Anggaran Subsidi Pupuk dan Meminta Pemerintah untuk Disebarkan Secara Merata (Instagram.com @puterikomarudin)

STRATEGI.ID-Kementerian Keuangan mencatat serapan belanja APBD tahun 2021 sebesar Rp1087,66 triliun atau hanya 89 persen dari pagu belanja senilai Rp1224,73 triliun.

Capaian belanja ini justru turun sebesar 2,48 persen dibandingkan tahun 2020. Menangapi hal ini, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan serapan belanja daerah guna mendukung upaya penanganan pandemi dan menjaga keberlanjutan pembangunan di daerah.

Serapan belanja yang kurang optimal ini diantaranya karena masih tingginya saldo anggaran pemerintah daerah yang terparkir di bank.

Baca Juga: Bukan Cuma Indonesia, 10 Negara Yang Pindahkan Ibu Kota Negar

“Hal ini menunjukkan adanya persoalan dalam mengatur ritme serapan belanja daerah sehingga peran APBD tidak bekerja optimal. Padahal, anggaran ini semestinya bisa digunakan untuk menunjang pemenuhan pembangunan dan pelayanan publik di daerah. Karenanya, perlu segara dicarikan solusi oleh Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), kata Puteri dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI dengan DJPK, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

DJPK mencatat posisi saldo dana pemerintah daerah di perbankan mencapai Rp113,98 triliun hingga akhir Desember 2021. Angka tersebut merupakan saldo akhir tertinggi dalam 3 tahun terakhir.

Puteri pun mendorong DJPK bersama pemerintah daerah untuk menetapkan target eksekusi serapan anggaran setiap bulannya.

Baca Juga: Cegah Omicron, Banksasuci Gelar Vaksinasi Covid 19 Booster Bagi Lansia di Kampung POT

“Dengan begitu, kita bisa mengatur ritme belanja daerah sehingga tidak menumpuk ketika menuju penghujung akhir tahun. Sekaligus meminimalisir sisa saldo anggaran yang terendap di bank. Karena di tengah kondisi pandemi sekarang ini, belanja daerah menjadi salah satu tumpuan untuk menggerakan perputaran ekonomi dan menjaga konsumsi,” tegas Puteri.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X