• Jumat, 20 Mei 2022

Update DPR RI, Permasalahan PT Indah Kiat Palp & Paper Harus Didalami Komisi VII

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:30 WIB
Dony Maryadi Oekon Gantikan Bambang Wuryanto Pimpin Komisi VII. (dpr.go.id)
Dony Maryadi Oekon Gantikan Bambang Wuryanto Pimpin Komisi VII. (dpr.go.id)

STRATEGI.ID-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dony Maryadi Oekon menilai PT Indah Kiat Palp & Paper masih memiliki berbagai permasalahan yang harus diurai dan perlu didalami oleh Komisi VII DPR RI.

Misalnya dalam hal penanganan bau limbah dan transparansi pendataan jumlah produksi dengan besaran lahan bahan baku yang nantinya berkaitan dengan output kertas yang dihasilkan.

"Mengenai IKPP ini banyak sekali yang harus kita dalami, terutama masalah limbah, karena kita sampai ini tercium bau yang tidak enak dan itu sebetulnya mungkin dikatakan ada yang menyampaikan bahwa mereka sudah 20 tahun di situ dan segala macam tetapi tidak apa-apa gitu. Tapi ini kan limbah, racun, apapun ceritanya ini apa yang mereka lakukan belum terjawab hari ini," ujarnya usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII ke PT Indah Kiat Pulp & Paper, di Pekanbaru, Riau, Kamis (20/1/22).

Baca Juga: Kapten Ganteng Asal Indonesia Bermatra Darat Berasal Dari Manado Itu Bernama Pierre Andries Tendean

Lebih lanjut, terkait dengan output produksi dan besaran lahan bahan baku, politisi PDI-Perjuangan itu menambahkan, Komisi VII DPR RI ingin mendapatkan data yang lebih lengkap mengenai jumlah produksi dibandingkan dengan luas lahan bahan baku. Hal tersebut penting, karena berkaitan dengan pendapatan negara.

“Apa yang mereka produksi yang kita minta adalah produksi yang dari mitra yang dikatakan oleh mereka adalah dari mitranya yang mengambil bahan baku untuk pabrik paper ini dengan output yang mereka lakukan ini sebanding atau tidak, lahannya sebanding atau tidak, karena apa yang kita kejar adalah pendapatan negara di sini, jadi apa yang mereka hasilkan pendapatan negaranya apa, negara dapat apa dari ini," tambahnya.

Diketahui, Pada Tahun 2019, terdapat sebanyak 84 perusahaan pulp dan kertas yang telah beroperasi. Dalam konteks global, Indonesia berada di peringkat ke 9 sebagai produsen pulp terbesar di dunia.

Baca Juga: Sniper Terbaik Indonesia Punya 50 Peluru, Tumbangkan 49 Musuh Satu Peluru Disisakan Untuk Dirinya

Selain itu, Indonesia juga menjadi produsen kertas terbesar ke 6 di dunia. Kegiatan ekspor pulp telah mencapai 2,2 miliar dollar AS dengan tujuan negara ekspor seperti China, Korea, India, Bangladesh dan Jepang.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X