• Jumat, 20 Mei 2022

Update DPR RI, Hanan Rozak Meminta LHK Perhatikan Perlindungan Hutan

- Rabu, 26 Januari 2022 | 19:30 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan Berdasarkan ketentuan, kebijakan dan rencana kerja pengendalian perubahan iklim serta perkembangan yang mutakhir saat ini ( Biro Humas KLHK)
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan Berdasarkan ketentuan, kebijakan dan rencana kerja pengendalian perubahan iklim serta perkembangan yang mutakhir saat ini ( Biro Humas KLHK)

STRATEGI.ID-Anggota Komisi IV DPR RI Hanan Rozak meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan perhatian khusus terhadap aspek penanganan dan perlindungan hutan. Perhatian ini dinilai perlu diberikan karena adanya celah hukum yang mengakibatkan kerusakan hutan yang masif di Indonesia.

“Kewenangan Kementerian Kehutanan maupun instansi bidang kehutanan daerah itu sudah diatur dengan undang-undang itu. Nah ini Bu menteri, perhatian terhadap penanganan hutan, atau perlindungan hutan ini saya minta kedepan harus mendapatkan perhatian secara khusus,” ujar Hanan dalam Rapat Kerja dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa, (25/1/22).

Membahas rencana program dan kegiatan tahun 2022, politisi Partai Golkar itu memaparkan sejumlah kawasan hutan yang mengalami kerusakan di antaranya hutan produksi, hutan lindung dan kawasan konservasi.

Baca Juga: AirNav Indonesia Siap Kelola Layanan Navigasi Penerbangan Pasca Perjanjian Realignment FIR Jakarta

"Sementara kegiatan-kegiatan pengamanan dan perlindungan ini saya lihat dari tahun ke tahun bukannya meningkat malah berkurang ya,” ungkap Hanan.

Selain memperingatkan soal kerusakan hutan Indonesia, ia meminta KLHK untuk memberikan kelayakan anggaran program kegiatan dan pengamanan kehutanan. Baginya, program ini bernilai vital karena tidak hanya mengamankan hutan namun juga memastikan pasokan sumber pakan hewan di taman perlindungan nasional.

“Hewan itu keluar dari kawasan. Saya berpikir dia keluar karena adanya kekurangan sumber pakan di dalam kawasan, itu lah yang mengakibatkan pergeseran. Sedangkan di lain pihak, saya melihat belum ada atau hanya sedikit kegiatan Kementerian Kehutanan yang memperhatikan dengan sumber pakan ini,” terang Hanan.

Baca Juga: Liga 1 Indonesia, Persiraja Banda Aceh Tampil Tanpa Sharza

Terakhir, ia menambahkan perlu dilakukan evaluasi penertiban perizinan kawasan hutan produksi.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X