• Jumat, 20 Mei 2022

Masyarakat Adat Sunda Terseret Dalam Kasus Edy Mulyadi yang Dianggap Menghina Warga Kalimantan

- Kamis, 27 Januari 2022 | 15:15 WIB
Edy Mulyadi. (YouTube/Bang Edy Channel)
Edy Mulyadi. (YouTube/Bang Edy Channel)

STRATEGI.ID-Polemik pernyataan Edy Mulyadi yang dianggap menghina warga Kalimantan Timur turut menyeret masyarakat adat sunda.

Ari Mulia Subagdja,Pupuhu Dewan Karatuan Majelis Agung Adat Sunda, mengaku marah karena aktivis media sosial Edy Mulyadi mengenakan iket Sunda saat melontarkan pernyataan yang dianggap menghina warga Kalimantan Timur.

"Secara khusus kami juga ikut marah terhadap sikap Edy Mulyadi karena mengenakan iket kepala yang merupakan atribut adat masyarakat Sunda saat dia menyampaikan kata-kata yang menyakitkan terhadap saudara kami dari suku Dayak," kata Ari dalam keterangan video di akun Twitter @Lady_Zeebo, Selasa (25/1).

Baca Juga: Kunjungan Komisi IV DPRD Kab Bekasi ke Gedung Tripartit di Desa Hegarmukti Cikarang Pusat

Dia juga mengaku ikut merasakan kemarahan warga Kalimantan khususnya suku Dayak yang tersinggung dengan pernyataan Edy Mulyadi. Menurutnya, pihak Majelis Adat Sunda perlu menegur Edy atas kejadian tersebut.

"Saya selaku pupuhu agung atau Ketum Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda dan atas nama masyarakat adat Sunda ikut marah dan merasakan getar batin saudara-saudara kami di Kalimantan. Khususnya masyarakat adat Dayak yang perasaan kolektifnya terciderai oleh pernyataan Edy Mulyadi dkk," ucap Ari.

"Kami atas nama Majelis Adat Sunda merasa perlu menegur saudara Edy Mulyadi yang telah menggunakan atribut adat Sunda saat melukai hati saudara kami masyarakat adat Dayak," sambung dia.

Baca Juga: Dukung Energi Hijau, PLN Siap Serap Listrik dari PLTSa Terbesar di Jawa Tengah

Dalam sebuah video singkat yang beredar di media sosial, Edy menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai 'tempat jin buang anak' sehingga aneh jika ibu kota pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dia juga menyebut bahwa segmentasi orang-orang di Kaltim adalah 'kuntilanak' hingga 'genderuwo'.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X