• Rabu, 17 Agustus 2022

Kapolri Tegas, Sebanyak 25 Anggota Polri diberikan Sanksi Atas Kematian Brigadir J

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:10 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers.  (PolriTV)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers. (PolriTV)

STRATEGI.ID - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Probowo mengatakan Tim Inspektorat Khusus (Irsus) Polri telah memeriksa 25 personel dalam kasus kematian Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Puluhan personel kepolisian itu diduga melakukan pelanggaran dalam proses penanganan perkara penembakan di kediaman Irjen Ferdy Sambo tersebut.

Selain itu mereka juga diduga telah menghambat proses penanganan perkara tersebut.

Baca Juga: Diduga Langgar Kode Etik, Listyo Sigit Prabowo Memberikan Sanksi Kode Etik ke 25 Anggota Polri

“25 personel ini kami periksa karena tidak profesional dalam penanganan TKP dan menghambat penyidikan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Probowo saat konferensi pers, Kamis, (04/08/22).

Listyo merinci 25 anggota Polri tersebut diantaranya, 3 perwira tinggi brigadir jederal, 5 komisaris besar, 5 AKBP, 2 Kompol, 7 perwira menengah, dan 5 bintara.


"(mereka) dari kesatuan Propam, Polres dan beberapa personil polda dan Bareskrim," ungkapnya.

Baca Juga: Tersudut, Gus Samsudin Laporkan Pesulap Merah ke Polda Jatim Karena Triknya Dibongkar

Ia mengatakan 25 personel Polri yang diperiksa akan menjalani proses pemeriksaan pelanggaran kode etik dan apabila terbukti bisa diproses pidana.

Sebagaimana diketahui dalam kasus ini polisi telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Dalam kasus ini Bharada E dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.***

Editor: Martinus Yenn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bawa Motor Curian, Pelaku Curanmor Diamankan Polisi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:10 WIB
X