Peradaban Anti Korupsi, Khofifah: Perlu Sinergitas Semua Lini

- Kamis, 1 Desember 2022 | 17:35 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Dialog Hari Anti Korupsi Sedunia dan Upaya Kongkrit Pemberantasan Korupsi untuk Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Korupsi, Kamis, 1 Desember 2022.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Dialog Hari Anti Korupsi Sedunia dan Upaya Kongkrit Pemberantasan Korupsi untuk Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Korupsi, Kamis, 1 Desember 2022.

STRATEGI.ID - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, membangun peradaban anti korupsi memerlukan sinergitas dan kolaborasi semua lini untuk bergerak bersamaan. Seperti yang dilakukan duta anti korupsi yang dibentuk pemerintah provinsi Jawa Timur.

Pihaknya melibatkan peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Menurutnya, para siswa dapat menjadi pembicara bagi lingkungan komunitas di sekolah maupun di media sosial dalam upaya pencegahan korupsi.

"Ini harus bisa dilihat sebagai bagian untuk penguatan bagaimana menyiapkan sedini mungkin gerakan. Sekaligus pikiran untuk membangun budaya dan peradaban anti korupsi sedini mungkin," ujar Khofifah dalam Dialog Hari Anti Korupsi Sedunia dan Upaya Kongkrit Pemberantasan Korupsi untuk Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Korupsi, Kamis, 1 Desember 2022.

Baca Juga: UNAIDS Ungkap 51 Persen Remaja Indonesia Terpapar HIV

Selain itu, lanjutnya, pendekatan budaya juga dapat menjadi salah satu upaya pencegahan korupsi di Indonesia. Karena, melalui kesenian, menurutnya dapat masuk dan meresap ke semua lini.

"Kita juga menyiapkan lagu anti korupsi, lagu itu Insya Allah tanggal 5 Desember akan dibawakan oleh seluruh guru SMA, SMK, SLB se-Jawa Timur untuk kembali mengingatkan anti korupsi dalam syair dan lagu. Ini juga betapa pendekatan secara kultural kemudian berkesenian ruh anti korupsi masuk di semua lini," ujarnya.

Meski demikian, diakuinya jika nantinya terjadi punishment (hukuman), hal itu merupakan proses setelah adanya penindakan, penyidikan, dan sebagainya. Namun dia memastikan aspek pencegahan korupsi harus dibangun dari sikap secara personal, komunitas, kemudian sistem.

"Sistem itu harus sama-sama bergerak jadi secara personal bergerak, secara sistem bergerak, kemudian payung dari proses regulasi itu bergerak. Jadi ini personal, lokal, regional, nasional, pergerakannya harus bersama sama," ucapnya.***

Editor: Berry Nuryaman Hariyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X