• Minggu, 19 September 2021

Waspadalah, Mafia Tanah Merajalela di Jawa Timur: Direksi Sipoa Group Kembali jadi Korban Kriminalisasi

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:00 WIB
Asef Maulana, SH, Kuasa hukum Direksi Sipoa Grup dari Kantor Hukum TRINITY FORMA & PARTNERS
Asef Maulana, SH, Kuasa hukum Direksi Sipoa Grup dari Kantor Hukum TRINITY FORMA & PARTNERS

STRATEGI.ID - Direksi Sipoa telah melakukan berbagai upaya penyelesaian persoalan dengan konsumennya. Meski demikian Direksi Sipoa, antara lain: Aris Birawa, Budi Santoso dan Klemens SC  kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Unit III, Subdit 2 Harda Bangtah, Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga: Tiga Direksi Sipoa Group Bakal Pra Peradilankan Polda Jatim

Bukan kali ini saja, mereka dibayang-bayangi kriminalisasi. Hal itu pernah dialami oleh Direksi Sipoa pada 2018 lalu. Kriminalisasi dilakukan juga oleh Mafia Tanah Surabaya, yang kini kembali mengkriminalisasi mereka.

“Direksi Sipoa Grup (Aris Birawa, Budi Santoso dan Klemens SC) tidak kebal hukum, mereka sudah pernah di tahan dan menjalani hukumannya. Justru mereka ini lah yang pernah dikriminalisasi oleh Mafia Tanah Surabaya yang ingin merampas asset Sipoa dengan harga serendah-rendahnya, namun mereka bertahan karena memikirkan dalam asset ini ada hak para konsumen. Mereka memilih di tahan daripada mengorbankan asset sesuai kemauan Mafia Tanah. Kami khawatir modus ini kembali di ulang oleh Mafia Tanah Surabaya. Kami sangat berharap aparat hukum terutama Subdit 2 Harda Bangtah Direktorat Reserse Kriminal Umum tidak terpengaruh oleh upaya Mafia Tanah Surabaya untuk kembali mengkriminalisasi Direksi Sipoa dengan modus yang sama. Pada ujungnya para konsumen lagi yang di rugikan, karena upaya-upaya yang dilakukan oleh Direksi Sipoa dalam rangka menyelesaiakan persoalan dengan para konsumen menjadi terganggu," ujar Asef Maulana Yusuf, S.H kuasa hukum Direksi Sipoa Grup dari Kantor Hukum TRINITY FORMA & PARTNERS.

Baca Juga: Upaya Penyelesaian Sudah Dilakukan, Direksi Sipoa Group Kembali Dikriminalisasi Mafia Tanah

Sipoa Grup telah berinvestasi di Sidoarjo dan Surabaya mulai 2012 hingga 2017 tanpa gangguan yang signifikan hingga awal tahun 2018, investasi Sipoa Group mulai di ganggu oleh Mafia Tanah Surabaya yang menggerakkan konsumen untuk melakukan refund.

Pengacara Direksi Sipoa, Asef mengatakan kliennya tetap memegang komitmen terhadap konsumen mereka.

“Walau demikian Direksi Sipoa tetap berkomitmen pada para konsumennya, hal itu terlihat dari upaya-upaya mereka menjamin uang yang di setor para konsumen Sipoa agar tidak hilang dengan menjamin uang masuk konsumen dengan jaminan fidusia. Program fidusia menjamin uang konsumen dengan cara apabila asset PT yang menjamin fidusia laku terjual maka uang hasil penjualannya akan di bayarkan kepada para konsumen. Lebih dari 4200 konsumen telah ikut dalam program fidusia ini dan menandatangani akte kesepakatan penyelesaian damai," terang Asef melalui rilis tertulis kepada strategi.id, Selasa (31/08/21).

Baca Juga: Sipoa Group Kembalikan Lagi Dana Konsumen Rp9,1 Miliar

Halaman:

Editor: Suriel Tauruy

Sumber: Strategi.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bamsoet: Cintailah dah Belilah Produk Dalam Negeri

Sabtu, 18 September 2021 | 15:45 WIB
X