• Minggu, 19 September 2021

Daging Anjing Dijual ke Mereka yang Mengharamkannya, Anggota Komisi VI DPR RI Serukan APPSI Lakukan Pengecekan

- Selasa, 14 September 2021 | 21:45 WIB
Ilustrasi penjualan daging anjing di pasaran (By:Inews.id))
Ilustrasi penjualan daging anjing di pasaran (By:Inews.id))

STRATEGI.ID – Pascadiungkapnya penjualan daging anjing oleh Animal Defenders Indonesia (ADI), dan dipublikasikan @animaldefendersindo pada Jumat (10/09/21) lalu, Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak menyerukan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk melakukan pengecekan ke semua pasar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Akhirnya Impian Warga Kampung Akurium Tempati Hunian Layak Jadi Kenyataan

Amin Ak meminta APPSI ikut aktif mengontrol aktivitas anggotanya agar tidak ada konsumen yang dirugikan. Itu perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan jangan sampai ada anggota APPSI yang menjual daging anjing kepada konsumen, karena daging anjing dianggap sebagian besar masyarakat haram atau terlarang untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Cek Ini Cara Masuk Ancol di Masa PPKM, Apa Saja Syaratnya?

“Penjualan daging anjing ternyata sudah berlangsung 6 tahun, ini kok bisa dibiarkan. Jangan-jangan hal seperti ini terjadi juga di pasar lain di seluruh Indonesia. Pengawasan harus kembali diperkuat agar kasus ini tidak terulang kembali,” ujarnya dalam siaran berita tertulis, Selasa (14/09/21).

Lebih lanjut Amin mengatakan, penjualan daging anjing tersebut tidak etis karena menjualnya di tengah masyarakat yang muslim yang mengharamkan daging anjing maupun masyarakat Jakarta lainnya yang tidak memiliki kebiasaan makan daging anjing. Selain itu, secara aturan perundangan-undangan juga tidak dibolehkan.

Baca Juga: Menjelang Idul Adha Total Stok Hewan Qurban Mencapai 1,7 Juta Ekor

Penjualan daging anjing melanggar Undang-Undang (UU) No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan karena penjualan daging anjing dapat menimbulkan risiko pada kesehatan. Terutama dengan penyakit rabies karena kondisi tempat pemotongan hewan yang tidak sehat dan hygienis dan juga asal usul anjing yang dipotong yang tidak jelas.

Baca Juga: TNI Ajarkan Mama-mama Papua Mengolah Daging Sapi Menjadi Makanan Rendang Khas Minang

Halaman:

Editor: Suriel Tauruy

Sumber: Rilis DPR RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Difitnah, Youtuber Atta Halilintar Lapor Polisi

Minggu, 19 September 2021 | 08:00 WIB

Bamsoet: Cintailah dah Belilah Produk Dalam Negeri

Sabtu, 18 September 2021 | 15:45 WIB
X