• Selasa, 25 Januari 2022

Upayakan Pencegahan Banjir Rob di Ibukota Negara, Pemerintah Ingin Rapikan Fasilitas Pendukung 

- Jumat, 17 September 2021 | 10:15 WIB
Upayakan Pencegahan Banjir Rob di Ibukota Negara, Pemerintah Ingin Rapikan Fasilitas Pendukung  (Dok:kemenko marves)
Upayakan Pencegahan Banjir Rob di Ibukota Negara, Pemerintah Ingin Rapikan Fasilitas Pendukung  (Dok:kemenko marves)

STRATEGI.ID - Sebagai upaya penanggulangan banjir di wilayah pesisir ibukota negara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke lokasi tanggul pengaman pantai  (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD) Muara Baru dan Kali Adem, Jakarta Utara. Pada kunjungan yang dilakukan pada hari Kamis (16/9/2021) tersebut, Menko Luhut mengutarakan bahwa ada beberapa isu di kedua lokasi ini, mulai dari isu infrastruktur, lingkungan, sampah, maupun kelestarian mangrove yang memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh pihak. 

Dalam kunjungannya, Menko Marves yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia Kalake mengaku tinjauan lapangan ini menjadi penting, apalagi berkaitan dengan penanganan muka air laut yang semakin meningkat dan permukaan tanah yang semakin menurun sehingga berdampak pada wilayah DKI Jakarta. Kunjungan tersebut dihadiri pula oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Gubernur DKI Jakarta. 

Baca Juga: Kembalikan Keadaban Alam Guna Atasi Banjir Jakarta

Sebelumnya, telah ditandatangani kesepakatan bersama pada tanggal 6 Agustus 2020 oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR. Salah satu isi kesepakatannya adalah objek dan lokasi tanggul pengaman pantai dan muara sungai. 

"Kementerian PUPR akan membangun tanggul pengaman pantai NCICD  sepanjang 11.080 kilometer. 255 meter diantaranya sudah selesai dan tersisa 10.825 kilometer lagi," beber Menteri Basuki Hadimuldjono. Selain itu, masih ada 22.468 kilometer yang jadi proyek Provinsi DKI Jakarta. Sejauh ini, masih terdapat 7.074 km yang belum terbangun dan ditargetkan selesai pada tahun 2022-2026. Lebih rinci, khusus untuk NCICD di Muara Baru dirancang untuk dibangun sepanjang 2.037 kilometer dan menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

Baca Juga: Reduksi Banjir Rob, Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan Tanggul 7,2 Km di Pekalongan

Saat ini, masih ada banyak kendala yang dihadapi. Mulai dari penambatan kapal di konstruksi tanggul, permasalahan sampah, penurunan permukaan tanah, dan adanya tanah timbul. 

Membahas soal pemukiman, dalam kesempatan yang sama, Menteri Sofyan Djalil menegaskan agar ini tidak jadi wilayah kumuh. "Kita nggak boleh biarin satu kapal masuk, terus yg lain jadi ikutan masuk. Karena punya kapal di sini, mereka akan bikin rumah di sini," sebutnya. 

Kemudian, Menko Marevs bersama Menteri Kelauatan dan Perikanan dan Gubernur DKI juga meninjau Kali Adem yang merupakan muara dari banjir kanal barat. Lokasi tersebut dipenuhi oleh kapal nelayan dan pemukiman yang terus bertambah, sampah yang menyumbat, penimbunan kulit kerang di badan sungai, dan terjadinya pembobolan tanggul sebagai jalan menuju kapal. 

Baca Juga: Jokowi Tinjau Tanggul Citarum yang Jebol di Kabupaten Bekasi

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X