• Rabu, 20 Oktober 2021

Gus Mus Dukung Petisi Sterilkan PON Papua dari Bagian Tubuh Cendrawasih

- Sabtu, 25 September 2021 | 15:15 WIB
Gus Mus dukung petisi digital desak Kemenparekraf sterilkan PON Papua dari bagian tubuh cendrawasih (Instagram.com/@s.kakung)
Gus Mus dukung petisi digital desak Kemenparekraf sterilkan PON Papua dari bagian tubuh cendrawasih (Instagram.com/@s.kakung)

STRATEGI.ID - Sebulan sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua digelar, desakan publik untuk tidak menggunakan bagian tubuh burung cendrawasih santer terdengar. Sejumlah dukungan atas desakan itu datang dari dalam dan luar Papua, bahkan dari tokoh-tokoh nasional. Salah satunya, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang turut mendukung desakan itu.

Baca Juga: Dukung Kesuksesan PON XX, Satgas Rekomendasikan Penggunaan PeduliLindungi dan Sistem Bubble

Dukungan Gus Mus bisa dilihat dari cuitannya di akun twitter pribadi @gusmusgusmu yang turut membagikan petisi digital lewat ChageOrg-ID dalam bentuk tautan chng.it/dqGNPGgP. Isi petisi itu adalah desakan untuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mensterilkan PON XX Papua dari bagian tubuh cendrawasih.

Baca Juga: Bamsoet: Amandemen Terbatas UUD Ditolak Tidak Dapat Diajukan di Masa Anggota yang Sama

Petisi berjudul "Kemenparekraf, Sterilkan PON Papua dari Bagian Tubuh Cendrawasih" itu dibagikan Gus Mus pada Kamis (23/09/21). Dan per Sabtu (25/09/21) kicauan Gus Mus itu telah di-retweets sebanyak 155 akun dan disukai 418 akun.  Sementara petisi digital tersebut telah ditandatangani secara digital oleh 8.280 orang.

Baca Juga: Atlet Esports Maluku Harus Jaga Kekompakan di PON XX Papua

Dari keterangan pada laman petisi, tandatangan yang diperlukan sebanyak 10.000 untuk mendapatkan respon dari pembuat keputusan. Dalam hal ini pemerintah, khsusnya Kemenparekraf yang dikomandoi oleh Sandiaga Uno. Petisi masih terus digulirkan, sampai targetan tanda tangan tercapai.

Desakan untuk Kemenparekraf agar mensterilkan PON XX Papua dari bagian tubuh cendrawasih bukan tanpa alasan. Ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan masyarakat Papua maupun luar yang menjadikan bagian atau secara utuh tubuh Bird of Paradise itu sebagai hiasan. Baik sebagai hiasan di rumah, maupun hiasan kepala. Keindahan tubuh cendrawasih, khsusnya antena, membuat burung itu diburu untuk dijadikan hiasan.

Baca Juga: Menko Polhukam: Dukungan Masyarakat Papua Kunci Sukses PON XX dan Peparnas XVI

Halaman:

Editor: Suriel Tauruy

Sumber: Twitter

Tags

Terkini

Pengusaha Kritik Mangkraknya Lahan PRPP Jawa Tengah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:55 WIB

Menparekraf Buka ‘Tour de Gayo’ Di Aceh

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Padangsidimpuan Meraih Penghargaan Kota Layak Anak

Minggu, 17 Oktober 2021 | 22:40 WIB
X