• Minggu, 28 November 2021

Kebijakan Yang Prematur Menyebabkan Covid Klaster Sekolah

- Senin, 27 September 2021 | 17:30 WIB
[Ilustrasi sekolah tatap muka] Klaster sekolah menjadi kekhawatiran bagi sebagian besar masyarakat menjelang pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi sekolah tatap muka] Klaster sekolah menjadi kekhawatiran bagi sebagian besar masyarakat menjelang pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

STRATEGI.ID - Sejumlah sekolah di Tanah Air menjadi klaster penularan Covid-19 setelah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan. Munculnya klaster penularan ini perlu mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak, terutama terkait dengan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Apa yang kita khawatirkan selama ini, terutama orangtua murid berbagai jenjang, akhirnya terjadi juga. Terjadi klaster Covid-19 di sekolah setelah pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan.

Hal itu disimpulkan merujuk pernyataan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) yang mencatat terdapat 149 sekolah di Jawa Barat yang menjadi klaster penularan Covid-19 selama PTM terbatas.

Baca Juga: Indonesia Tempati 10 Besar Negara dengan Jumlah Suntikan Vaksin Covid-19 Terbanyak di Dunia

Data itu didapat dari survei Kemendikbudristek terhadap sekolah yang dipublikasikan Kamis, (23/09/21) seperti dikutip Strategi.id dari berita Pikiran-rakyat.com dengan judul Teror Covid-19 di Sekolah Efek Kebijakan Prematur?

Menurut sumber tersebut, angka itu setara dengan 2,25 persen dari total 6.616 sekolah di Jawa Barat yang telah mengisi survei.

Sekolah menjadi klaster setelah 1.152 guru dan tenaga kependidikan serta 2.478 siswa dari sejumlah sekolah terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, DPR: Pemerintah Waspadakan Sarana dan Prasarana

Persentase klaster Covid-19 paling tinggi terjadi pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) yaitu 4,66 persen atau 16 sekolah dari 343 sekolah.

Di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) ada 29 sekolah atau 1,89 persen.

Di jenjang sekolah dasar (SD) ada 61 sekolah atau 2,14 persen.

Klaster di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yaitu 24 sekolah atau setara 2,15 persen.

Di sekolah menengah kejuruan (SMK) ada 9 sekolah atau 1,72 persen.

Di sekolah luar biasa (SLB) terdapat 2 sekolah atau 2,06 persen.

Baca Juga: Jokowi Dorong Penguatan Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia pada Global Covid 19 Summit

Halaman:

Editor: Bernadetha Inggar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2021

Kamis, 25 November 2021 | 10:48 WIB
X