• Minggu, 28 November 2021

Nadiem Makarim Luruskan Miskonsepsi Klaster PTM

- Selasa, 28 September 2021 | 11:40 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. (Dok. setkab.go.id)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. (Dok. setkab.go.id)

STRATEGI.ID - Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim meluruskan sejumlah kesalahpahaman terkait isu klaster pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang saat ini beredar di masyarakat. Miskonsepsi pertama, adalah isu mengenai adanya klaster penularan akibat PTM terbatas yang mencapai 2,8 persen satuan pendidikan dalam satu bulan terakhir. “(2,8 persen) itu adalah data kumulatif (sejak Juli 2020), bukan data per satu bulan,” ujar Nadiem.

Baca Juga: Ini Strategi Pemerintah Cegah Klaster PTM Terbatas di Sekolah

Kedua, penularan strategi.id/tag/Covid-19">Covid-19 belum tentu terjadi di satuan pendidikan. Nadiem menuturkan, persentase tersebut bukan data klaster melainkan data jumlah strategi.id/tag/sekolah">sekolah yang melaporkan adanya warga strategi.id/tag/sekolah">sekolah yang pernah tertular strategi.id/tag/Covid-19">Covid-19.

“2,8 persen dari strategi.id/tag/sekolah">sekolah yang dilaporkan oleh sekolahnya ada yang (terkena) strategi.id/tag/Covid-19">Covid-19, itu pun belum tentu mereka melaksanakan PTM,” ujar Nadiem.

Baca Juga: BIN Vaksinasi Ribuan Santri dan Santriwati, Siap Ikuti PTM

Ketiga, isu mengenai 15 ribu murid dan tujuh ribu strategi.id/tag/guru">guru yang terkonfirmasi positif selama PTM terbatas. Nadiem menegaskan bahwa data tersebut berasal dari satuan pendidikan yang belum diverifikasi.

“Itu berdasarkan laporan data mentah yang ternyata banyak sekali erornya. Contohnya, banyak sekali yang melaporkan jumlah positif COVID-19 melampaui daripada jumlah murid di strategi.id/tag/sekolah">sekolah–sekolahnya,” ungkap Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menegaskan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk  meningkatkan pengendalian strategi.id/tag/Covid-19">Covid-19 di satuan pendidikan.

Baca Juga: Kebijakan Yang Prematur Menyebabkan Covid Klaster Sekolah

Halaman:

Editor: Martinus Yenn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2021

Kamis, 25 November 2021 | 10:48 WIB
X