• Minggu, 28 November 2021

SBY Kualat: Dulu Tak Loyal, Sekarang Dikhianati Anak Buahnya

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 18:00 WIB
SBY kualat, dulu berkhianat kini dikhianati
SBY kualat, dulu berkhianat kini dikhianati
 
STRATEGI.ID – Partai Demokrat dan Keluarga Cikeas belakangan kerap mengeluarkan pernyataan yang memicu polemik.
 
Mulai dari ucapan “karpet merah” dari sang putera mahkota Cikeas, sampai mantan menteri dari Partai Demokrat yang menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo menyoal penambahan harta kekayaan presiden. 
 
Seolah tak belajar dari polemik yang muncul akibat ujaran, lagi-lagi anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berulah.
 
Kali ini, Juru Bicara Demokrat sekaligus Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putera, menuding Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri menggulingkan Presiden Indonesia keempat K.H Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan menduduki kursi presiden. 
 
 
Belakangan, kabarnya anak buah SBY itu minta maaf karena sejumlah kader PDIP merasa tersinggung.
 
Tudingan anak buah SBY itu juga memancing reaksi dari Ketua Umum Manifesto Indonesia, Patrice Rio Capella. Rio mengaku teringat pada peristiwa belasan tahun silam. 
 
Kala itu, usai Megawati naik menjadi Presiden menggantikan Gus Dur, ada tiga tokoh yang terlibat dalam perebutan kursi wakil presiden (Wapres).
 
Ketiga orang itu adalah Hamzah Haz, Akbar Tandjung, dan SBY. Hamzah Haz keluar sebagai pemenang, mendampingi Megawati sebagai RI 2.
 
 
Kepada strategi.id pada Rabu (6/10/21), Rio mengatakan bahwa darah prajurit itu loyal dan setia. Seorang prajurit tidak akan berkhianat dan memberontak. 
 
Namun faktanya, yang dilakukan SBY malah sebaliknya. Usai kalah dalam perebutan kursi RI 2, SBY diam-diam mendirikan partai politik.
 
 
SBY patut diduga berkhianat dengan cara diam-diam mendirikan sebuah partai politik untuk menggulingkan Megawati yang diselimuti oleh selimut konstitusi,” kata Rio.
 
Menurut Rio, saat SBY menjabat sebagai Menkopolhukam, pendirian Demokrat dirancang secara sistematis di kantor Kemenkopolhukam.
 
Megawati juga sempat bertanya kepada SBY apakah akan mencalonkan diri sebagai presiden, SBY menjawab tidak. 
 
 
Menurut Rio, berbedanya antara jawaban langsung ke Mega dengan fakta itulah yang menjadi tolok ukur SBY dikatakan berkhianat.
 
“Oleh karena itu, pernyataan tersebut (red: ujaran Juru Bicara Demokrat) ibarat pribahasa ‘menepuk air didulang, terpecik di muka sendiri,” ujarnya.
 
 
Dari rangkaian peristiwa tersebut, Rio mengungkapkan bahwa statemen juru bicara Demokrat yang mengaitkan peristiwa yang terjadi di dalam tubuh Demokrat dengan tudingan Megawati menggulingkan Gus Dur tidak nyambung.
 
Bahkan Rio mengungkapkan, apa yang dilakukan Moeldoko dalam konflik Demokrat saat ini sebenarnya meneladani perbuatan SBY terhadap Megawati.***

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2021

Kamis, 25 November 2021 | 10:48 WIB
X