• Selasa, 25 Januari 2022

Jaranan: Masa Depan Anak Jauh Lebih Penting dan Harus Diselamatkan

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:35 WIB
Jaranan: Masa Depan Anak Jauh Lebih Penting dan Harus Diselamatkan (Dok:strategi.id)
Jaranan: Masa Depan Anak Jauh Lebih Penting dan Harus Diselamatkan (Dok:strategi.id)

STRATEGI.ID - Pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung terhadap tiga anaknya di Luwu Timur, menarik perhatian semua pihak. Dari informasi yang beredar, tindakan biadab itu sempat dihentikan penyelidikannya oleh pihak kepolisian.

Namun akibat penggalangan dukungan melalui tagar PercumaLaporPolisi, meraik perhatian sejumlah pihak untuk membuka kembali kasus itu. Pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta berbagai kelompok masyarakat. 

Baca Juga: KPAI Sarankan Penyelidikan Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur Diambil Alih Polda Sulawesi Selatan

Salah satu kelompok masyarakat yang memberi perhatian adalah Jaringan Anak Nasional (Jaranan). Pihak Jaranan mengutuk tindakan tersebut sebagai perilaku di luar kemanusiaan dan sangat biadab.

"Kita harus mengutuk tindakan seperti ini, tindakan biadab yang sangat melecehkan nilai-nilai kemanusiaan," ujar Direktur Eksekutif Jaranan, Nanang Djamaluddin, kepada strategi.id, Minggu (10/10/21).

Baca Juga: Mayjen TNI Hassanudin Tutup UST Tingkat Kompi Baterai Terintegrasi Kodam I BB TA 2021

Menurut Nanang, masyarakat harus mengecam tindakan itu sekaligus kita harus memberi dukungan besar kepada para korban dan ibu korban yang sangat menderita dengan perilaku biadab ini.

"Dari berbagai informasi yang saya dapat dan baca, kasus ini sudah pernah dilaporkan ke kepolisian di Luwu Timur, tetapi dihentikan dengan alasan yang sesungguhnya masih bisa diperjelas," ujar Nanang.

Baca Juga: Telkom dan ITDC Siap Dukung Digitalisasi Mandalika Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Nanang, menambahkan, kasus-kasus pemerkosaan yang dilakukan orang terdekat bahkan keluarga sendiri sudah sering terjadi. Beberapa kasus bahkan tidak mencuat ke publik karena keluarga menutupi alasan malu dan alasan tidak mau repot.

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X