• Rabu, 20 Oktober 2021

Menolak Lupa: Mengingat Kekejian Teroris Bom Bali I

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:45 WIB
TKP Bom Bali I dilihat dari udara ( (Sumber Labforcab Denpasar, Puslabfor, Bareskrim Polri))
TKP Bom Bali I dilihat dari udara ( (Sumber Labforcab Denpasar, Puslabfor, Bareskrim Polri))

STRATEGI.ID – 12 Oktober 2002 merupakan peristiwa terorisme paling parah dalam sejarah Indonesia. Sebuah tragedi kemanusiaan besar di Pulau Bali 19 tahun lalu saat terjadi tiga rangkaian ledakan bom pada malam hari yang meluluh lantahkan area di jantung pariwisata Indonesia.

Bertempat di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, dua bom meledak dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu pukul 23.05 WITA.

Kurang lebih 10 menit kemudian, pukul 23.15 WITA, bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat. Aksi teroris Bom Bali itu menyebabkan ratusan nyawa korban melayang.

Baca Juga: Memperingati 19 Tahun Bom Bali I, Tidak Ada Terorisme Di Indonesia

Teroris menggunakan bom bunuh diri untuk memberikan efek yang lebih menyeramkan dan efek ketakutan yang sesuai dengan tujuan peledakan bom tersebut.

Pemilihan Bali sebagai lokasi bom karena Bali adalah simbol yang banyak dikenal oleh masyarakat internasional. Pelaku berharap efeknya akan lebih mendunia dibanding jika bom diledakkan di lokasi selain Bali.

Dikutip dari berbagai sumber, jejak peristiwa bom bali bisa dirunut dari berangkatnya Ali Ghufron/Mukhlas ke Afghanistan dan tinggal disana selama enam tahun (1984 – 1990).

Baca Juga: Kasus Bom Bandara Kabul Afganistan, Taliban Tegaskan Bom Bunuh Diri Tak Dibenarkan dalam Islam

Sepulang dari sana, ia mengajak Amrozi saudaranya untuk melakukan aksi teror di Bali tersebut. Amrozi sendiri kemudian mengajak Ali Imron, adiknya, dan Imam Samudra.

Kurang dari dua minggu, tim Polri dan kepolisian berbagai negara menemukan titik terang pelaku bom Bali. Tiga sketsa wajah tersangka pengebom itu dipublikasikan.

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengusaha Kritik Mangkraknya Lahan PRPP Jawa Tengah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:55 WIB

Menparekraf Buka ‘Tour de Gayo’ Di Aceh

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Padangsidimpuan Meraih Penghargaan Kota Layak Anak

Minggu, 17 Oktober 2021 | 22:40 WIB
X