• Sabtu, 22 Januari 2022

Kasus KM50 Tewaskan 6 Laskar FPI, Akademisi Soroti Komnas HAM: Artinya Pelanggaran HAM Berat

- Senin, 1 November 2021 | 16:30 WIB
Kasus KM50 Tewaskan 6 Laskar FPI, Akademisi Soroti Komnas HAM: Artinya Pelanggaran HAM Berat (instagram @mura_no_koya)
Kasus KM50 Tewaskan 6 Laskar FPI, Akademisi Soroti Komnas HAM: Artinya Pelanggaran HAM Berat (instagram @mura_no_koya)
STRATEGI.ID - Akademisi Cross Culture, Ali Syarief kembali mengomentari kasus dugaan unlawful killing terhadap 6 anggota Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 dan menyoroti adanya surat tugas yang diberikan kepada para tersangka pembunuhan 6 Laskar FPI.
 
Ali Syarief mengatakan hal itu merupakan keterangan yang harus menjadi titik sidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk memahami sebagai dugaan kejahatan aparat negara kepada rakyat.
 

"Yg menarik dari kasus KM50 itu, ada Surat Tugas kepada para pelaku pembunuhan 6 laskar FPI. Ini keterangan yang harus menjadi titik sidik KOMNAS HAM memahami sebagai dugaan kejahatan Aparat Negara kepada Rakyatnya," ujarnya melalui akun Twitter @alisyarief, Minggu, (31/10/21).

Dalam sidang saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan unlawful killing, Aipda Toni Suhendar, mengatakan bahwa ada surat perintah yang dari Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Baca Juga: Ariel Noah Ada di Dalam Mobil, Aura Kasih Ungkapkan Alasan Lebih Memilih Duda

Saksi Aipda Toni Suhendar mengatakan, Ia beserta enam orang lainnya diperintahkan untuk membuntuti rombongan Habib Rizieq yang saat itu rombongan Habib Rizieq menuju kawasan Bogor.

Surat perintah tersebut tertulis dalam Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP.Lidik/5626/XII/2020/Ditreskrimum tanggal 05 Desember 2020 mengenai melakukan tindakan kepolisian dalam rangka penyelidikan.

Baca Juga: Wapres: Lanjutkan Akselerasi Pembangunan, Wujudkan Papua Aman dan Sejahtera

Dalam menjalankan surat perintah tersebut, tersangka Briptu Fikri Ramadhan, bersama tersangka Ipda Yusmin Ohorello, membentuk tim yang beranggotakan keduanya dan lima personil Resmob lainnya.

Tujuh orang anggota Resmob ini, termasuk saksi Toni Suhendar, dibagi ke dalam tiga regu yang sudah turun ke lapangan sejak 5 Desember 2020, mereka mengawasi semua kegiatan yang dilakukan Habib Rizieq hingga membuntutinya pada 6 Desember 2020 sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Krisna Luncurkan Minyak Terapi Kesehatan dan Mempekerjakan Kembali Karyawannya

Saat keluar dari Perumahan The Nature Mutiara Sentul, 10 kendaraan rombongan Habib Rizieq dibuntuti oleh tiga regu Resmob tersebut, dalam peristiwa itu Fikri dan Yusmin turut melakukan penembakan tanpa memperkirakan akibat yang ditimbulkan.

Halaman:

Editor: Bernadetha Inggar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update DPR RI, Anggota Baleg Kritisi RUU KSDDAHE

Jumat, 21 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kader Muda Cantik Demokrat Tersandung Korupsi Termuda

Kamis, 20 Januari 2022 | 22:57 WIB
X