• Kamis, 11 Agustus 2022

Dinilai Lakukan Perbuatan Melawan Hukum, Dakota Logistik Indonesia Digugat Rp18,5 M

- Jumat, 14 Januari 2022 | 09:51 WIB
Armada PT Dakota Logistik Indonesia (Dokumentasi Dakotacargo.co.id)
Armada PT Dakota Logistik Indonesia (Dokumentasi Dakotacargo.co.id)

STRATEGI.ID - Soedarso Koemoro menggugat PT Dakota Logistik Indonesia beserta Direktur dan Komisaris perusahaan itu senilai Rp18,5 miliar karena dinilai melakukan perbuatan melawan hukum. PT Dakota Logistik Indonesia merupakan bagian dari Dakota Grup yang terdiri atas PT Dakota Buana Semesta, PT Dakota Logistik, dan PT Dakota Lintas Buana. Kelompok usaha ini bergerak di bidang transportasi, kurir, dan kargo.

Kuasa Hukum Soedarso, Gatot Nurwiyono, kepada wartawan mengatakan bahwa gugatan yang didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 22 November 2021 itu telah teregister dengan Nomor perkara 1109/PDT.G/2021/PN JAKSEL dan mulai disidangkan 23 Desember 2021 lalu.

"Ini sudah sidang mediasi ke-2 dan para tergugat belum pernah hadir di sidang mediasi, selalu mangkir dan tidak ada iktikad baik sama sekali menyelesaikan masalah, walaupun hakim mediator telah memerintahkan seluruh tergugat wajib hadir," ujar Gatot usai sidang mediasi, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Puan Maharani Apresiasi Sejarah Baru Kepengurusan PBNU Akomodir Perempuan

Sementara kuasa hukum Tergugat I sampai dengan Tergugat IV, Ainul Yaqin, enggan berkomentar jauh saat ditanya tanggapannya atas gugatan tersebut. "Nanti saja kita lihat di persidangan," ujar Ainul saat ditemui Strategi.id di PN Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022).

Lebih jauh Gatot mengatakan, kliennya dan Tergugat I Sumantri adalah ahli waris sah dari Alm Moelyadi P Ambarsari, sementara Tergugat II, Tjoa Lies Nio dan Tergugat III Trianto Haryawan (Wawan) diduga adalah istri dan anak siri dari Tergugat I Sumantri. Sementara Tergugat IV, PT Dakota Logistik Indonesia, merupakan tempat Tergugat III Wawan bekerja sebagai direktur utama.

Awalnya, kata Gatot, pada 2011 Tergugat I sebagai ahli waris dan anak nomor 4, meminta Sertifikat SHM Nomor 305/Desa Diwek yang terletak di Jombang, Jawa Timur kepada Ambarwati sebagai anak nomor 1. Sumantri beralasan sertifikat tanah seluas 1.700 m2 itu hanya dipinjam untuk melihat lokasi pembangunan pool truk PT Dakota Logistik Indonesia dan berjanji akan dikembalikan.

Baca Juga: Tajir Melintir! Ini Sumber Kekayaan Jan Hider Oslannd Wakil Camat Berharta 95.8 Milyar

Namun secara diam diam, sertifikat itu dibaliknamakan menjadi atas nama Tergugat I dan tanpa persetujuan ahli waris lainnya. Pada 12 September 2021, Sumantri menjual tanah SHM Nomor 305/Desa Diwek itu kepada pihak lain dengan cara melawan hukum. Sertifikat itu sendiri merupakan tanah peninggalan Alm Moelyadi P Ambarsari yang dititipkan kepada Ambarwati.

Halaman:

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kata-Kata Motivasi untuk Anggota Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:45 WIB

Jakarta Bergeliat Rayakan HUT RI ke 77

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:00 WIB
X