• Minggu, 23 Januari 2022

Kericuhan di RDP DPR Diduga untuk Rintangi Pembahasan Pencabutan IUP

- Jumat, 14 Januari 2022 | 15:24 WIB
Tangkapan layar suasana Rapart Dengar Pendapat antara Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM yang berakhir ricuh, Kamis (13/1/2022). (Jimmy Radjah)
Tangkapan layar suasana Rapart Dengar Pendapat antara Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM yang berakhir ricuh, Kamis (13/1/2022). (Jimmy Radjah)

STRATEGI.ID - Kericuhan yang terjadi dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Menteri ESDM RI dengan Komisi VII DPR RI , Kamis (13/1/2022), diduga sengaja diciptakan oleh anggota Komisi VII DPR Muhamad Nasir sebagai modus untuk merintangi pembahasan di seputar pencabutan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) tambang bermasalah di Kaltim. Padahal rencananya sejumlah anggota Komisi VII DPR akan mempertanyakan ihwal tidak dicabutnya IUP OP PT Batuah Energi Prima (PT BEP).

Dugaan ini disampaikan Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kalimantan Timur Rokhman Wahyudi usai mengikuti langsung RDP di ruang rapat Komisi VII DPR tersebut.

Padahal, kata Rokhman, IUP OP PT BEP telah disalahgunakan untuk menipu sebesar Rp1 triliun dan membobol Bank Niaga dan Bank Bukopin sebesar Rp1,5 triliun. Pemilik saham terbsar PT BEP, Herry Beng Kostanto, saat ini masih mendekam di tahanan dan berstatus narapidana residivis. "Berdasarkan fakta tersebut, IUP OP PT BEP secara hukum wajib dicabut," ujarnya.

Baca Juga: Dinilai Lakukan Perbuatan Melawan Hukum, Dakota Logistik Indonesia Digugat Rp18,5 M

Rokhman menjelaskan, dalam undangan RDP yang ditandatangani oleh Sekjen Kementerian ESDM, agenda pada poin 4 disebutkan: Penjelasan terkait Pencabutan Izin Perusahaan-Perusahaan Tambang.

Namun dalam RDP itu Muhammad Nasir tiba-tiba melancarkan tuduhan kepada seorang pelaku bisnis batubara di Kaltim secara membabi buta tanpa dasar dan menjurus pencemaran nama baik. Akibatnya, pembahasan pencabutan IUP OP urung dilakukan.

Sebetulnya, fitnah ala Muhammad Nasir adik kandung terpidana Nazaruddin semacam itu sebenarnya sudah sering dilakukan. Tetapi kali ini Menteri ESDM Arifin Tasrif geram dan tersinggung.

Baca Juga: Sang Akademisi yang Moralis

"Saudara Muhammad Nasir bicara tidak benar dan tanpa bukti. Ini memalukan," ujar Arifin Tasrif yang kemudian keluar dari ruang rapat.

Halaman:

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi Sampaikan Sikap Indonesia untuk Kasus Myanmar

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:30 WIB

M Achadi Rektor UBK Di Era Presiden Soekarno

Sabtu, 22 Januari 2022 | 11:30 WIB
X