• Jumat, 20 Mei 2022

Update DPR RI, Anggota Baleg Kritisi RUU KSDDAHE

- Jumat, 21 Januari 2022 | 15:15 WIB
Dokumentasi - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa (kanan) mengikuti rapat panitia kerja dengan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/1/2022).  (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Dokumentasi - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa (kanan) mengikuti rapat panitia kerja dengan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/1/2022). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

STRATEGI.ID-Sejumlah Anggota Badan (Baleg) DPR RI memberikan catatan kritis terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (RUU KSDAHE).

Salah satunya, Anggota Baleg Sturman Panjaitan,  ia mengingatkan agar nantinya RUU perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 ini dapat mengakomodir prinsip-prinsip konservasi yang telah diratifikasi.

Catatan khusus ini disampaikan Sturman dalam Rapat Pleno Badan Legislasi dengan pengusul dalam rangka harmonisasi RUU KSDAHE di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/22). Hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, Budisatrio Djiwandono dan Anggia Ermia Rini sebagai pengusul RUU.

Baca Juga: Siap Siap Hype Metaverse, Pahami Istilahnya Di Sini

“Jangan sampai ada kepentingan tumpang tindih persoalan dan bahkan peraturan, sehingga kalau nanti diharmonisasi, saya mohon jangan tergesa-gesa. Ini sangat penting, bukan hanya sekedar perubahan UU tetapi harus dilihat dari berbagai macam aspek,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Sturman menuturkan agar konsep pengembangan kawasan konservasi menjadi salah satu tujuan wisata tidak menyalahi prinsip dasar konservasi. Menurutnya, bagaimanapun juga pengelolaan wisata di kawasan konservasi harus dikelola secara berkelanjutan.

“Contohnya kita melihat daerah pariwisata, Danau Toba. Kalau itu tidak dikelola dengan baik, maka fokusnya akan ke pariwisata sementara ekosistem yang ada di sana akan terabaikan,” kata Sturman.

Baca Juga: Keinginan FK Senica Pertahankan Egy Maulana Vikri Terwujud

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Baleg Supratman Andi Agtas tersebut, Sturman juga menyoroti masalah dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Sturman menilai,  RUU KSDAHE perlu mengatur pengendalian atas eksploitasi kawasan hutan,  agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Serukan Berantas Oligarki

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:45 WIB
X