• Jumat, 20 Mei 2022

Update DPR RI, Ahmad Muzani Apresiasi Pernyataan Jokowi Terkait TNI Polri Tidak Menjabat PJ Gubernur

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:00 WIB
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani. (telusur.co.id)
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani. (telusur.co.id)

STRATEGI.ID-Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait anggota TNI Polri aktif tidak memungkinkan menjabat sebagai penjabat (Pj) gubernur.

Menurut dia, pernyataan presiden itu sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap semangat reformasi. 

"Saya kira pernyataan itu sebagai komitmen Presiden Jokowi dalam menjaga semangat dan amanah dari reformasi. Dimana TNI Polri tidak lagi diperkenankan terlibat dalam politik praktis. Jadi menurut saya itu adalah sebuah langkah maju bagi demokrasi Indonesia," kata Muzani dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Jumat (21/1/22). 

Baca Juga: Update DPR RI, Ini 9 Lokasi yang Terindikasi Kecurangan Seleksi CPNS

Menurut Muzani, jabatan kepala daerah merupakan jabatan politik. Oleh sebab itu, kata Muzani, keputusan presiden melarang anggota TNI Polri aktif menjadi Pj Gubernur patut diapresiasi. Karena itu merupakan sebuah keputusan baik untuk menjaga integritas dan netralitas seorang perwira TNI maupun Polri.

"Keputusan presiden ini juga patut diapresiasi. Karena presiden tahu apabila Pj dijabat oleh TNI Polri, maka itu resisten terhadap keterlibatan dalam politik praktis. Tapi, dengan keputusan ini presiden menjamin adanya netralitas dan integritas di tubuh TNI Polri," jelas Muzani.

Di sisi lain, lanjut politisi Partai Gerindra itu, Indonesia sebagai negara demokratis menjunjung tinggi supermasi sipil. Supremasi sipil, kata Muzani,  sangat berkaitan dengan prinsip dasar demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. 

Baca Juga: Update DPR RI, Memenuhi Produk Industri Dalam Negeri Bentuk Wujud Nawacita Jokowi

"Oleh karena itu Indonesia sebagai negara demokrasi harus berprinsip pada supermasi sipil. Angkatan bersenjata juga harus di bawah kontrol demokrasi, yang intinya adalah rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi,” jelas legislator dapil Lampung I itu. 

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Serukan Berantas Oligarki

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:45 WIB
X