• Senin, 23 Mei 2022

Harta Karun Bangsa Indonesia, Ada Harta Dibalik Duka Lapindo

- Kamis, 27 Januari 2022 | 17:00 WIB
lumpur Lapindo (Instagram@sidoarjo.id)
lumpur Lapindo (Instagram@sidoarjo.id)

STRATEGI.ID - Indonesia memiliki 'harta karun' energi yang potensial untuk mendukung transisi energi di masa depan. Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut adanya kandungan mineral super langka bernama logam tanah jarang (LTJ) di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pakar teknologi lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) Dr. rer. nat. Ganden Supriyanto, M.Sc mengatakan mineral di dalamnya merupakan logam tanah jarang besar manfaatnya untuk menunjang berbagai perkembangan teknologi.

Ganden menuturkan logam tanah jarang di dalam rumus kimia sistem periodik masuk ke dalam golongan lantanida dan aktanida.

Baca Juga: Petakan Masjid, Mabes Polri Ingin Tangkal Radikalisme Dan Terorisme

Selain masuk ke dalam golongan lantanida dan aktanida, logam tanah jarang juga disebut sebagai logam transisi. 

Disebutkan, logam itu sangat penting dan memiliki harga yang cukup tinggi karena digunakan untuk teknologi tinggi seperti campuran logam pada bidang meterologi.

"Logam tanah jarang ini sangat penting kaitannya pada beberapa bidang tertentu seperti bidang meterologi untuk pembuatan pesawat luar angkasa, lampu energi tinggi, dan semi konduktor. Sehingga logam tersebut sangat mahal, bahkan jauh lebih mahal dibandingkan emas dan platina," terang Ganden dalam keterangan resmi, pada Kamis (27/01/22).

Baca Juga: Demi 36 Unit Rafale, Indonesia Cari Pinjaman Asing

Gaden menjelaskan logam tanah jarang merupakan jenis logam lantanida dan aktinida yang meliputi beberapa logam di dalamya seperti lithium, dan scandium seperti yang ditemukan di lumpur Lapindo Sidoarjo.

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Serukan Berantas Oligarki

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:45 WIB
X