• Jumat, 20 Mei 2022

Anomali Anak Diktator Menang Pemilu di Filipina, Aktivis 98 Ini Beri Peringatan

- Kamis, 12 Mei 2022 | 22:30 WIB
Aktivis 98 Firman Tendry Masengi, meyakini fenomena politik di Filipina baru-baru ini potensi terjadi di Indonesia (Twitter@firmantendrymasengi)
Aktivis 98 Firman Tendry Masengi, meyakini fenomena politik di Filipina baru-baru ini potensi terjadi di Indonesia (Twitter@firmantendrymasengi)

STRATEGI.ID - Masyarakat Filipina nampaknya telah berdamai dengan masa lalunya. Anomali terjadi di Negeri Kepualuan tetangga Indonesia itu. Anak diktator Ferdinand Emmanuel Marcos menang telak dalam Pemilu Filipina 2022.

Kediktatoran Marcos menimbulkan kebencian di hati rakyat Filipina. Hal anomali itulah yang mendorong munculnya people power yang menggulingkannya. Oleh karena itu, sunggu aneh bin ajaib Ferdinand Marcos Jr. alias Bongbong bisa menang telak dalam Pemilu.

Malihat anomali itu, Aktivis 98 Firman Tendry Masengi sebagai tanda zaman yang juga tak menutup kemungkinan terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Erick: Tantangan Bangsa Indonesia Perlu Dijawab oleh Para Aktivis 98

Firman berpendapat kemenangan Marcos Jr memberikan pelajaran berharga pada sistem demokrasi. Sebabnya, yang terpilih ini merupakan darah daging pemimpin diktator Filipina, Ferdinand Emmanuel Marcos alias Marcos Sr, yang berkuasa selama 21 tahun sejak 1965 hingga 1986.

"Siapapun, apapun, dan bagaimanapun rakyat Filipina telah mengambil pilihan dan keputusan politiknya," tulis aktivis yang akrab disapa Bung Tendry itu melalui akun Facebooknya, Rabu (11/05/22).

Ia menambahkan gerakan rakyat Filipina menggulingkan Marcos Sr, bahkan sampai mengusirnya dari negara yang dia pimpin sebelumnya hingga meninggal dunia di pengasingan, hanya menjadi goresan sejarah yang tak lagi berarti bagi rakyat kekinian.

"Marcos Jr, anak mantan Presiden Ferdinand Marcos yang memenangkan Pemilu Filipina bisa jadi merupakan arus balik dalam politik Filipina. Dan mungkin saja terjadi di Indonesia," kata Firman Tendry.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Mahasiswa Trisakti Tetap Unjuk Rasa Memperingati Tragedi 12 Mei 1998 Dikawasan Patung Kuda

"People Power koalisi Rakyat dipimpin Corazon Aquinno, uskup, dan militer yang menggetarkan dunia tahun 1986 sudah dilupakan rakyat mereka sendiri," ujarnya.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Serukan Berantas Oligarki

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:45 WIB
X