• Kamis, 11 Agustus 2022

Benny Susetyo: Pancasila sebagai Ideologi Etis Kunci Memajukan Kehidupan Berbangsa

- Rabu, 18 Mei 2022 | 18:25 WIB
Antonius Benny Susetyo dalam Diskusi “Pancasila: Dahulu Kala, Saat Ini, dan Masa Depan”, yang dibesut Perkumpulan Indonesia Muda pada hari Rabu (18/05/22). (pribadi)
Antonius Benny Susetyo dalam Diskusi “Pancasila: Dahulu Kala, Saat Ini, dan Masa Depan”, yang dibesut Perkumpulan Indonesia Muda pada hari Rabu (18/05/22). (pribadi)

Dalam Era Presiden Joko Widodo Pancasila hendak dikembalikan menjadi kenyataan hidup berbangsa dan bernegara yaitu menjadi living and working Ideology.

Pancasila merupakan kapital kita sebagai bangsa dalam berkehidupan sehari hari khususnya di masa ini dalam menghadapi covid 19.

Working Ideology yang dilaksanakan dibuktikan dengan kian sempitnya jurang jurang perbedaan diantara masyarakat Indonesia seperti dalam aspek sarana prasarana hingga dikotomi jawa-luar jawa tidak lagi menjadi isu karena ada usaha pemerataan pembangunan.

Baca Juga: Densus 88 Sita Senpi Hingga Panah dari Terduga Teroris Jaringan MIT dan ISIS

Pelaksanaan Pancasila sebagai Working Ideologi tidak mudah karena kita menghadapi situasi geopolitik yang tidak menentu .

Masyarakat terjebak dalam hoaks, narasi negatif dan rasa takut , maka habituasi dan pembiasaan nilai nilai Pancasila harus dikembalikan dalam arus utama masyarakat hingga tujuan negara dapat dilaksanakan.

Pemuda memiliki modal banyak dalam membumikan Pancasila, Para Pemuda bisa membuat konten secara masif tentang kearifan lokal kita, kita harus bertindak lokal dan berfikir global.

Karena budaya daerah yang bernafaskan Pancasila dapat mengubah kemunduran kemunduran yang terjadi akibat perkembangan zaman dan Globalisasi menjadi suatu hal yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomis namun juga dapat menjaga jatidiri bangsa.

Baca Juga: Puan Maharani: Pemerintah Agar Bertindak Cepat Atasi PMK Demi Kelancaran Rantai Pasok Daging Saat Idul Adha

Kegagalan kita dalam era globalisasi ini adalah tidak memiliki budaya literasi yang kritis, kita tidak menyeleksi dan menyaring dengan baik informasi yang kita terima sehingga masyarakat banyak terjebak pada nilai-nilai kebohongan yang berujung pada perpecahan.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kata-Kata Motivasi untuk Anggota Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:45 WIB

Jakarta Bergeliat Rayakan HUT RI ke 77

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:00 WIB
X