• Selasa, 5 Juli 2022

Semangat Kebangkitan Nasional Menolak Penindasan Kepada Masyarakat Adat

- Rabu, 18 Mei 2022 | 20:30 WIB
Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Kelompok Lintas Iman Cirebon, GMNI, Unisba, Sekretariat Nasional Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) serta beberapa tokoh keagamaan membuat Gelar Budaya Kebangkitan Nasional di sekitar lahan adat Mayasih, Kelurahan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat (pribadi)
Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Kelompok Lintas Iman Cirebon, GMNI, Unisba, Sekretariat Nasional Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) serta beberapa tokoh keagamaan membuat Gelar Budaya Kebangkitan Nasional di sekitar lahan adat Mayasih, Kelurahan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat (pribadi)

STRATEGI.ID - Momentum Kebangkitan Nasional 2022 seharusnya menjadi semangat kesadaran kebangsaan dan kebudayaan yang selama ini menjadi pondasi bangsa Indonesia. Namun, masyarakat adat karuhun urang (AKUR) Sunda Wiwitan yang selama ini turut menjaga keindonesiaan masih merasakan diskriminasi dan ketidak adilan Perlakuan diskriminasi itu tampak dalam penetapan sita eksekusi kasus Tanah Adat Mayasih pada Rabu (18/05/22).

Rencana eksekusi ini berdasarkan surat Pengadilan Negeri Kuningan W.11.U16/825/HK.02/4/2022 perihal pelaksanaan pencocokan (Constatering) dan sita Eksekusi nomor 1/Pdt.Eks. /2022/ PN Kng Jo. Nomor 7/Pdt.G/2009/Pn.Kng.

Menanggapi hal itu, Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Kelompok Lintas Iman Cirebon, GMNI,
Unisba, Sekretariat Nasional Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) serta beberapa
tokoh keagamaan membuat Gelar Budaya Kebangkitan Nasional di sekitar lahan adat
Mayasih, Kelurahan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Rabu, (18/05/22).

Baca Juga: Kabareskrim Polri Imbau Laki-Laki Tak Malu Melapor Jika Alami Kekerasan Seksual

Selain menyanyikan lagu nasional
dan adat, gelaran ini juga menampilkan atraksi gamelan Mogang angklung buncis, angklung
takol dan doa lintas iman.

Gelar Budaya ini merupkaan bentuk perlawanan kultural berbasis konstitusi yang ditampilkan masyarakat. Melawan tanpa kekerasan dan memvibrasikan gelombang harmoni bagi semesta.

Dukungan terhadap Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan juga datang dari Resi Tunggul
Pamenang, Ki Damar Shasangka dan ratusan cantrik di sekitar 30 daerah, Ida Shri Begawan
Penembahan Jawi Ubud, tim Sanggar JampiSae Kediri, bajrayana kasogatan dan lainnya.

Ratusan cantrik juga menggelar ritual dan doa untuk masyarakat AKUR Sunda Wiwitan.
Gelar budaya ini tak hanya menjadi ekpresi penolakan terhadap rencana sita eksekusi lahan adat.

Baca Juga: Tim Beregu Putra Persembahkan Medali Perunggu Untuk Indonesia

Namun juga menjadikan momentum Kebangkitan Nasional sudah saatnya dimaknai
Kembali dengan memberikan ruang bagi hukum adat dalam setiap proses hukum yang diakui UUD 1945. Selama ini, kami menilai, perspektif negara mengabaikan hukum adat dalam penyelesaian masalah menjadi pertimbangan dalam menentukan keadilan dalam hukum nasional.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tok, DPR Setujui PMN 2023 untuk BUMN

Senin, 4 Juli 2022 | 22:00 WIB
X