• Selasa, 5 Juli 2022

Komisi XI Pertanyakan Pelaksanaan Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia

- Selasa, 21 Juni 2022 | 16:00 WIB
1 Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan saat sesi foto bersama usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dengan jajaran Bank Indonesia, di Bogor, Jawa Barat. (Dok. Dpr.go.id)
1 Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan saat sesi foto bersama usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dengan jajaran Bank Indonesia, di Bogor, Jawa Barat. (Dok. Dpr.go.id)

STRATEGI.ID-Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, mempertanyakan pelaksanaan kebijakan makroprudensial oleh Bank Indonesia (BI). Kebijakan makroprudensial sendiri ditetapkan dan dilaksanakan oleh BI untuk mencegah dan mengurangi risiko sistemik, mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas, meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan akses keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan (SSK), serta mendukung stabilitas moneter dan sistem pembayaran. Singkatnya kebijakan ini bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. 

Komisi XI DPR RI menilai langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia dalam pemulihan ekonomi Indonesia sudah cukup baik. Akan tetapi masih ada permasalahan yang masih harus dibenahi oleh Bank Indonesia, seperti daerah-daerah dengan angka kemiskinan yang tinggi, "Langkah-langkah yang diambil Bank Indonesia sudah cukup baik. Namun, kita melihat focusing dan zoom beberapa daerah yang sampai hari ini masih sangat ekstrim kemiskinannya,” ungkap Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dengan jajaran Bank Indonesia, di Bogor, Jawa Barat (17/6/2022).

 Baca Juga: Megawati Minta Perempuan Lebih Diberi Kesempatan di Berbagai Bidang

Dalam kunjungan ini, Fathan juga menyampaikan informasi terkini mengenai adanya disparitas kesenjangan antar wilayah dalam pengimplementasian kebijakan makroprudensial ini, "Jadi, info ter-update yang kami dapatkan, bahwa ada disparitas kesenjangan antara Jawa Barat bagian selatan dengan Jawa Barat bagian utara. Tingkat pertumbuhan kredit Jawa Barat bagian selatan masih sangat rendah. Sebagai contoh pertumbuhan kredit Kota Bandung mencapai 13 persen, sedangkan Pangandaran hanya 0,8-0,9 persen," papar politisi PKB ini. 

Berangkat dari permasalahan itu, Komisi XI DPR RI menyatakan interkoneksi merupakan kunci utama dalam penanganan masalah tersebut. Fathan juga mengimbau Bank Indonesia mulai mendorong sektor-sektor produktif, "Kata kuncinya satu, interconnecting. Fasilitasi agar pertumbuhan, kredit untuk UMKM, dan sektor lainnya bisa dialokasikan untuk Jawa Barat bagian selatan. Kami juga merekomendasikan Bank Indonesia, mulai menggenjot sektor-sektor produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” imbau Fathan. 

 Baca Juga: Pengalaman Pemain Persib Bandung Pernah Bobol Bhayangkara FC

Melalui kunjungan ini, Komisi XI DPR RI berharap Bank Indonesia dapat terus bekerja dengan baik, sehingga target pertumbuhan ekonomi nasional bisa tercapai. "Saya kira dengan kunspek ini Bank Indonesia terus bekerja dengan baik, akselerasi pertumbuhan ekonomi, concern pada UMKM. Agar ke depannya Jawa Barat menjadi sektor pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai dengan baik," tutup legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II itu.***

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tok, DPR Setujui PMN 2023 untuk BUMN

Senin, 4 Juli 2022 | 22:00 WIB
X