• Rabu, 17 Agustus 2022

Indonesia Siap Hadapi Omicron BA.4 dan BA.5

- Selasa, 5 Juli 2022 | 21:45 WIB
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas PPKM. Sejumlah pesan pun ia sampaikan di kesempatan itu. (Tangkapan Layar Instagram/@sekretariat.kabinet)
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas PPKM. Sejumlah pesan pun ia sampaikan di kesempatan itu. (Tangkapan Layar Instagram/@sekretariat.kabinet)

STRATEGI.ID - Indonesia relatif jauh lebih baik dengan populasi yang sangat banyak menghadapi gelombang BA.4 dan BA.5 karena masyarakat Indonesia disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga dalam melaksanakan vaksinasi. Dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Eropa, Amerika, dan negara Asia lainnya.

Menkes mengungkapkan, kenaikan kasus di tanah air relatif rendah meskipun subvarian BA.4 dan BA.5 telah mendominasi, mencapai lebih dari 80 persen dari varian yang diuji genome sequencing.

“Indonesia relatif jauh lebih baik dengan populasi yang sangat banyak menghadapi gelombang BA.4 dan BA.5 ini karena relatif para masyarakat Indonesia itu lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga dalam melaksanakan vaksinasi,” ujar Menkes dalam keterangan pers, Senin (04/07/2022), di Kantor Presiden, Saat mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Presiden : Tetap Waspada, Kasus Covid 19 Kembali Naik

Budi menambahkan, berdasarkan pengamatan pada gelombang varian Delta dan Omicron penurunan kasus akan terjadi saat dominasi varian mencapai hampir 100 persen.

"Sekarang kita juga melihat walaupun kasusnya naik tapi pelandaian mulai terjadi, baik di Jakarta maupun di Indonesia,” imbuhnya.

Jumlah kasus yang jauh lebih rendah dari puncak gelombang sebelumnya, kata Menkes, dipicu oleh tingginya kadar antibodi masyarakat.

Baca Juga: Pandemi Covid 19 Menjadi Momentum Untuk Memulai Digitalisasi CSR di Indonesia

“Sero survei terakhir di bulan Maret menunjukkan antibodi kita masih tinggi. Jadi kalau Desember kita Sero survei antibodinya sekitar 400-an, 500-an itu sudah dimiliki oleh 88 persen populasi. Di bulan Maret kemarin kita Sero survei 99 persen populasi sudah memiliki antibodi di level 3.000–4.000-an, jadi jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Martinus Yenn

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenhub Tegas Menunda Kenaikan Tarif Ojek Online

Minggu, 14 Agustus 2022 | 23:00 WIB
X