• Rabu, 17 Agustus 2022

Aktivis 98, Mahendra Uttungadewa: Penggorengan Kasus Polisi Tembak Polisi Terkait Kontestasi Politik 2024

- Senin, 1 Agustus 2022 | 21:33 WIB
Periksa ADC dan ART Ferdy Sambo, Komnas HAM: Ada Kemajuan Signifikan. (Screenshoot instagram/@pikiranrakyat)
Periksa ADC dan ART Ferdy Sambo, Komnas HAM: Ada Kemajuan Signifikan. (Screenshoot instagram/@pikiranrakyat)

STRATEGI.ID- Salah seorang tokoh aktivis 98 Mahendra Uttunggadewa menilai gelombang pemberitaan kasus polisi tembak polisi tidak terjadi secara alamiah. Gelombang informasi melalui media massa maupun media sosial dimainkan oleh berbagai kepentingan politik yang menyertainya.

Menurut Mahendra, sebetulnya peristiwa terbunuhnya Brigadir J merupakan perkara pidana biasa. Namun belakangan menjadi 'panggung' bagi para free rider (penunggang bebas) dengan berbagai isu seksi dan mengundang daya polemik berkekuatan tinggi penuh kontroversi.

"Aroma politik tercium keras dari adanya upaya trial by press yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif mengingat kasus polisi tembak polisi yang terjadi bukanlah kali pertama, " ucap Mahendra dalam keterangannya kepada media, Senin (01/08/22).

Baca Juga: Tebar Hoax Kapolda Metro dan Ferdy Sambo, Polisi Tangkap Pemilik Akun @rakyatjelata_98

Pelaku sejarah Deklarasi Ciganjur ini memcontohkan, pada 25 Oktober 2021 lalu kasus polisi tembak polisi terjadi di Lombok Timur, NTB. Briptu HT, anggota Subbagian Humas Polres Lombok Timur tewas bersimbah darah di sebuah perumahan usai ditembak Bripka MN yang merupakan anggota Polsek Wanasaba Lombok Timur. "Tapi entah mengapa, peristiwa ini gaungnya tidak semeriah dan segegap gempita kasus polisi tembak polisi yang terjadi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo," sebutnya.

Mahendra menilai, kasus polisi tembak polisi kini digunakan oleh berbagai kalangan untuk melontarkan pandangan spekulatif untuk kepentingan sendiri.

Setidaknya ada tiga pihak yang ikut menungggangi kasus ini. Pertama adalah par kandidat capres.

Baca Juga: Pengacara Brigadir J Tolak Minta Maaf, Ahok Pertimbangkan Lapor Polisi

Alasannya, tidak semua kandidat capres bisa dan cocok memanfaatkan Citayam Fashion Week (CFW) untuk mengerek popularitas pribadinya. "Namun kandidat capres tersebut punya stempel untuk menjadikan kasus polisi tembak polisi jadi panggung pencitraan politiknya," urai Mahendra yang akrab disapa Dandhi ini.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenhub Tegas Menunda Kenaikan Tarif Ojek Online

Minggu, 14 Agustus 2022 | 23:00 WIB
X