• Rabu, 17 Agustus 2022

ASPEBINDO: BLU Batubara Perlu Inklusif Untuk Industri Non Kelistrikan

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:00 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) Anggawira  (Ist)
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) Anggawira (Ist)

STRATEGI.ID - Kebijakan BLU (Badan Layanan Umum) batubara yang akan diterapkan oleh pemerintah menuai silang pendapat.

Kebijakan yang rencananya akan menggantikan kebijakan harga khusus DMO batubara, untuk PT PLN (Persero), industri pupuk dan juga semen ini dalam perkembangannya diusulkan untuk tidak menyertakan industri non-kelistrikan dalam skemanya.

Artinya industri pupuk dan semen harus membeli batubara sesuai harga pasar tanpa ada mekanisme subsidi.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Optimis Bertandang Ke Bhayangkara FC

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO), Anggawira mengatakan secara prinsip BLU Batubara seharusnya tidak hanya eksklusif untuk listrik, melainkan juga melibatkan industri lainnya yang dirasa penting untuk ekonomi.

"Harusnya BLU dapat menjalankan fungsi pengaturan distribusi sehingga akan ada penilaian yang jelas dalam menentukan sektor industri yang mana yang perlu diberikan batu bara harga khusus," ungkap Anggawira dalam Webinar Bertajuk Tantangan BLU Batubara Membentuk Ketahanan Rantai Suplai Energi Nasional, Selasa (02/08/22).

Pendapat ini kemudian diperkuat oleh Fathul Nugroho Wakil Ketua Umum ASPEBINDO di acara yang sama, menurutnya fokus pemenuhan energi sebaiknya didasarkan pada arah transformasi tata kelola sumberdaya alam nasional.

"Saat ini arah dari pemerintah jelas, investasi dan SDA goals nya mendorong lahirnya industri hilir seperti semen, pupuk, dan juga smelter. Oleh karena itu kebijakan energi kita juga harus sejalan jangan sampai karena harga mahal pertumbuhan industri hilir terhambat," lanjut Fathul.

Baca Juga: Polda Sumbar Musnakan 37,2 Kg Ganja Kering

Lebih lanjut dia mengatakan, pada dasarnya industri batubara juga harus siap jika harga batubara mulai kembali ke normal seiring dengan akan meningkatnya suplai dari negara seperti China dan Australia.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenhub Tegas Menunda Kenaikan Tarif Ojek Online

Minggu, 14 Agustus 2022 | 23:00 WIB
X