• Rabu, 17 Agustus 2022

Berbasis Kearifan Lokal, Pemerintah Kembangkan Potensi Wellness Tourism

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 22:50 WIB
Berbasis Kearifan Lokal, Pemerintah Kembangkan Potensi Wellness Tourism (Ist)
Berbasis Kearifan Lokal, Pemerintah Kembangkan Potensi Wellness Tourism (Ist)

STRATEGI.ID-Sektor pariwisata merupakan salah satu kontributor esensial dalam penerimaan devisa negara serta mampu menjadi pemantik perekonomian nasional melalui peningkatan produktivitas nasional, tingginya serapan tenaga kerja, serta pemerataan pendapatan masyarakat. Dengan berbagai peran penting tersebut, industri pariwisata menjadi salah satu fokus pemulihan Pemerintah pasca pandemi melalui berbagai kebijakan yang berskala lokal hingga nasional.

Salah satu sektor pariwisata yang kini tengah dikembangkan Pemerintah yaitu Wellness Tourism. Pergeseran perilaku masyarakat pasca pandemi yang menitikberatkan isu terkait health, hygiene, safety, dan security menjadi alasan digandrunginya Wellness Tourism saat ini. Dengan tingginya animo masyarakat, potensi Wellness Tourism terhadap perekonomian global tercatat mengalami peningkatan dari USD 4,2 triliun di tahun 2017 menjadi 4,5 triliun di tahun 2019. Wellness Tourism juga diproyeksikan mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2022 menjadi USD 919,4 miliar dengan rata-pertumbuhan 7,5% per tahun dan mencakup 18% dari total pariwisata global.

Baca Juga: Puan Maharani Ajak Masyarakat Dukung Ibu Beri ASI Eksklusif

“Pesatnya pertumbuhan Wellness Tourism turut menciptakan peluang bagi bisnis kebugaran, semua segmen industri perjalanan, dan bisnis-bisnis lainnya di dalam negeri,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam menyampaikan Keynote Speech secara virtual pada acara International Wellness Tourism Conference and Festival 2022, Jumat (05/08).

Pengembangan Wellness Tourism dilakukan Pemerintah dengan berbasis pada kearifan lokal mencakup pengembangan herbal drink, aromaterapi, dan makanan sehat dengan mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal. Dengan pemanfaatan bahan baku lokal tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan serta inovasi obat-obatan herbal dan makanan sehat lokal sehingga berdampak pula pada pembangunan ketahanan sistem kesehatan yang berkelanjutan.

Sa''yaa sangat mendukung upaya pengembangan Wellness Tourism berbasis kekayaan lokal yang saat ini sedang dilakukan pengembangan di tiga daerah, yaitu Solo, Yogyakarta dan Bali,” ungkap Menko Airlangga.

Baca Juga: Program Subsidi Rumah Rakyat untuk MBR

Selain pengembangan berbasis kearifan lokal, Pemerintah turut memanfaatkan inovasi teknologi digital dengan peralatan dan metode terkini serta penguatan destinasi berbasis produk dan jasa wellness. Melalui kedua pendekatan tersebut, diharapkan mampu menghasilkan destinasi dan produk Wellness Tourism yang berkualitas dan berdaya saing.

Disamping itu, Pemerintah juga telah mencanangkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali yang bertujuan untuk membangun fasilitas kesehatan berkualitas tinggi dengan nilai investasi sebesar Rp10,2 triliun dan target serapan tenaga kerja sebanyak 43.647 pekerja. Disetujuinya usulan KEK Kesehatan di Sanur tersebut diharapkan mampu berdampak pada penghematan devisa negara, peningkatan ekonomi nasional, serta peningkatan fasilitas kesehatan melalui transfer knowledge.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenhub Tegas Menunda Kenaikan Tarif Ojek Online

Minggu, 14 Agustus 2022 | 23:00 WIB
X