• Rabu, 17 Agustus 2022

Paparkan Pentingnya Akselerasi Transisi Energi, Menko Airlangga Dorong Perkembangan Riset dan Inovasi

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:15 WIB
Airlangga Hartarto (Humas Menkoperekonomian)
Airlangga Hartarto (Humas Menkoperekonomian)

STRATEGI.ID-Transisi energi sebagai salah satu hal yang menjadi prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia memiliki 3 isu utama yaitu meningkatkan aksesibilitas energi, memajukan pembiayaan energi, dan meningkatkan penggunaan teknologi bersih dan teknologi pintar.

Berbagai pertemuan di tingkat teknis hingga tingkat Menteri telah membahas skema kerja sama G20 terkait hal tersebut, terutama dalam hal percepatan kerja sama transisi energi agar komitmen pencapaian target ketiga isu tersebut dapat segera tercapai.

Fokus isu aksesibilitas energi adalah menjadikan energi terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern bagi semua pihak, terutama untuk keperluan memasak dan listrik yang lebih bersih.

Baca Juga: Berbasis Kearifan Lokal, Pemerintah Kembangkan Potensi Wellness Tourism

“Dalam jangka pendek, Pemerintah Indonesia yang saat ini sedang mempersiapkan program kompor induksi untuk rumah tangga yang akan menggantikan kompor berbahan bakar fosil merupakan salah satu langkah yang telah dilakukan agar masyarakat dapat memasak dengan energi yang lebih bersih dan hemat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Seminar Internasional E20 dengan tema “State of The Art Technologies and Financial Models for Energy Transition” secara virtual, Kamis (4/08).

Dalam masalah pembiayaan transisi energi, dalam pertemuan G20 pada bulan lalu, Indonesia menghasilkan salah satu concrete deliverables dengan diluncurkannya Country Platform for the Energy Transition Mechanism. Platform ini merupakan kerangka kerja yang menyediakan pembiayaan transisi energi, baik untuk tujuan pensiun dini pembangkit listrik tenaga batubara maupun untuk investasi dalam pengembangan energi hijau, dengan memobilisasi dana publik dan swasta secara berkelanjutan dan dapat diadopsi di negara lain sebagaimana diperlukan.

Baca Juga: Direktorat Pengkajian Materi BPIP Siapkan Materi Lambang Garuda Pancasila

“Dalam mencapai isu energi bersih dan teknologi pintar, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memiliki berperan penting dimana PII telah memperkenalkan Engineers 20 (E20) yang akan menjadi platform kolaborasi untuk menghasilkan pengembangan Transisi Energi hijau yang ramah lingkungan, selain menghasilkan karya di bidang aplikasi digital dan produk kesehatan yang efisien dan hemat biaya,” ujar Menko Airlangga.

Salah satu contoh yang telah diberikan oleh para insinyur Indonesia dalam menghasilkan produk bahan bakar ramah lingkungan yaitu B30 yang merupakan campuran bahan bakar fosil (gasoil) dengan minyak sawit (FAME). Produk ini tidak hanya dapat mengurangi impor BBM, tetapi juga menciptakan kemandirian energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan harga minyak sawit sehingga kesejahteraan petani meningkat.

Halaman:

Editor: Ilwan Nehe

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenhub Tegas Menunda Kenaikan Tarif Ojek Online

Minggu, 14 Agustus 2022 | 23:00 WIB
X