• Rabu, 5 Oktober 2022

Benny Susetyo: Politik Identitas Harus Gugur di Indonesia

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:45 WIB
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, memberikan sebuah deskripsi tentang apa politik identitas  (pribadi )
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, memberikan sebuah deskripsi tentang apa politik identitas (pribadi )

STRATEGI.ID - Pakar komunikasi politik Antonius Benny Susetyo memberikan komentarnya mengenai pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Tahunan MPR yang dilaksanakan tanggal 16 Agustus 2022.

Menurut Benny, sapaan akrabnya, pidato Jokowi mengenai politik identitas adalah bentuk keprihatinan dan warning bagi bangsa Indonesia, terkhususnya partai-partai politik.

"Pidato Presiden Jokowi memberikan warning pada bangsa dan partai politik; jangan lagi memanipulasi politik identitas yang menciptakan masyarakat yang terbelah," ujar Benny dalam video dengan judul "JOKOWI: HENTIKAN POLITIK IDENTITAS?" dalam segmen Jangan Julid Bosque Bersama Om Ben di Kanal Youtube Rumah Kebudayaan Nusantara (16/08/22).

Baca Juga: Tanggapi Pidato Jokowi, Pemuda Katolik Ajak Masyarakat Sukseskan Lima Agenda Kebangsaan

"Sudah dalam kurun waktu sepuluh tahun ini, sepanjang pemerintahan Jokowi, politik identitas dimainkan dan ini menyebabkan ketegangan. Masyarakat mengalami distrust karena politik identitas ini," kata salah satu rohaniwan Katolik di Indonesia tersebut.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini pun memberikan sebuah deskripsi tentang apa politik identitas tersebut.

"Politik identitas memanipulasi agama, etnis, suku, untuk mengaduk emosi masyarakat dan mengadu domba satu sama lain. Emosi publik ditinggikan demi mendapatkan kekuasaan dan suara tanpa adanya gagasan dan pemikiran," jelasnya.

Menurutnya, Jokowi sebagai kepala negara Indonesia melihat ancaman kehancuran Indonesia jika terus masuk dalam politik identitas.

Baca Juga: 18 Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon, Lakukan Flypast Di Langit Istana Negara Bentuk Formasi 77

"Politik identitas ini kan membuat masyarakat reaktif, miskin gagasan, dan potensi konflik terus terjadi, sehingga energi masyarakat habis dan masalah seperti krisis pangan, energi, ketegangan geopolitik antara Ukraina-Rusia dan Cina-Taiwan, tidak mendapatkan program dan gagasan bagaimana menghadapinya. Ini dapat membuat bangsa ini hancur dan berantakan," Benny menjelaskan.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKS Sebut Anies Baswedan Figur Nasionalis Religius

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:40 WIB
X