• Minggu, 4 Desember 2022

Bukti Tugu Kongres Santri Pancasila, Ulama Aceh Adalah Perjuangan Kemerdekaan

- Jumat, 30 September 2022 | 12:00 WIB
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof.Drs.K.H. Yudian Wahyudi,M.A., Ph.D meresmikan Tugu Kongres Santri Pancasila, Kamis, (29/09/22) (pribadi)
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof.Drs.K.H. Yudian Wahyudi,M.A., Ph.D meresmikan Tugu Kongres Santri Pancasila, Kamis, (29/09/22) (pribadi)

STRATEGI.ID - Tugu Kongres Santri Pancasila yang berada di Aceh Barat tepatnya di kota Meulaboh telah diresmikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof.Drs.K.H. Yudian Wahyudi,M.A., Ph.D, Kamis, (29/09/22).

Prof.Yudian dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat Aceh sangat mengingat jasa para pahlawan khususnya para santri dan ulama yang dari Aceh yang ikut memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa  Indonesia

Dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang berjuang bukan hanya dari tentara pejuang kemerdekaan tetapi ada juga dari golongan Santri dan Ulama yang ikut serta

Baca Juga: Pekan Ke-11 Liga 1 Indonesia, Misi Bali United Kalahkan Persikabo 1973

"Bapak Dr. Mr. H. Muhammad Hasan berperan aktif dalam merumuskan sila-sila dalam Pancasila. Tak lupa juga warga Aceh merasa bangga karena tak sampai empat bulan setelah penggalangan dana, pesawat pertama Indonesia berhasil dibeli, itulah salah satu peran besar Aceh untuk perjuangan diplomatik Internasional melalui pembuatan pesawat", tutur Yudian.

Tugu yang berdiri di depan Mesjid Agung Baitul Makmur, Kota Meulaboh, Aceh Barat ini menjadi simbol perjuangan para Ulama dan Santri Aceh dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila.

Prof. Yudian mengatakan, masyarakat Aceh harus berbangga terhadap Bangsa Indonesia. Pasalnya, sejarah telah membuktikan, perjuangan para pendahulu demo kemerdekaan dan NKRI begitu besar dengan keikhlasan dan rela berkorban.

“Bangsa kita adalah bangsa yang besar dan hebat. Bayangkan, proklamasi kita waktunya hanya 59 detik. Hasilnya, 42 negara (kerajaan/kesultanan) bersatu menjadi Republik Indonesia. Tidak pernah terjadi, para sultan menyerahkan kekuasaannya demi konstitusional”, jelas Yudian.

Baca Juga: Puncak Klasemen di Liga Inggris, Duel Derby London Utara Arsenal vs Tottenham Tersaji Akhir Pekan Ini

Gubernur NAD yang diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Kerja Sama, Ir. Iskandar Sukri mengungkapkan, adanya Tugu Kongres Santri Pancasila ini penting dalam memaknai persatuan dalam bingkai nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Aceh.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Garut, BNPB: Empat Rumah dan Satu Sekolah Rusak

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:35 WIB

Getaran Gempa Garut Sangat Kuat, Warga Seperti Diayun

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:16 WIB

Gempa di Garut 6.4 SR Dirasakan hingga Yogyakarta

Sabtu, 3 Desember 2022 | 18:07 WIB
X