• Minggu, 4 Desember 2022

10 Fakta Tragedi Kemanusian di Stadion Kanjuruhan, PSSI hanya Pikir Untung dan Proses Mitigasi Diabaikan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 06:46 WIB
Gas Air Mata Penyebab Kepanikan Massa Berujung Maut Di Kanjuruhan (Sumber foto: Suara Merdeka.com)
Gas Air Mata Penyebab Kepanikan Massa Berujung Maut Di Kanjuruhan (Sumber foto: Suara Merdeka.com)

STRATEGI,ID - Banyaknya korban atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang setelah laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya dengan kemenangan klub tamu dengan sekor 3-2 pada hari Sabtu 1 Otober 2022 menyisakan banyak sekali luka.

Kekalahan inilah yang membuat sporter meluapkan kekecewaannya dengan masuk kedalam lapangan pertandingan, hal ini diperburuk dengan adanya provokasi dari oknum di lapangan yang menyebabkan kemarahan dan tindakan anarkis dari sporter Arema FC.

Akibatnya kericuhan ini menelan banyak sekali korban jiwa dan korban luka, padahal perjalanan pertandingan anatara kelua tim yaitu Arema FC vs Persebaya Surabaya berlangsung secara baik dan tidak ada kejadian di lapangan yang membuat kemarahan.

Baca Juga: Terkena Gas Air Mata, Sebelum Berakibat Fatal, Ini Dia yang Harus Anda Lakukan, Yuk Simak

Namun fakta dilapangan walaupun tim Arema FC bisa menerima kekalahan ini dan meminta maaf kepada sporternya tidak dengan sebagaian sporter yang memasuki lapangan dan membuat provokasi rekan lainnya ikut masuk kelapangan.

Akhirnya seolah tawuran antara oihak keamanan dan sporter pun terjadi dan menodai pertandingan yang fair play diperlihatkan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Prosedur tetap penggunaan gas air mata menjadi sorotan dalam tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Sesuai regulasi FIFA, untuk mengontol kerumunan, petugas keamanan dilarang menggunakan gas air mata.

Dalam ataruan FIFA, Stadium Safety and Security Regulations masuk dalam Pasal 19 b. Tertulis ‘No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used’ atau senjata api atau gas untuk mengontrol kerumunan dilarang dibawa serta digunakan.

Baca Juga: Ada Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan, Menurut Kontras

Halaman:

Editor: Antonius Danar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Garut, BNPB: Empat Rumah dan Satu Sekolah Rusak

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:35 WIB

Getaran Gempa Garut Sangat Kuat, Warga Seperti Diayun

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:16 WIB

Gempa di Garut 6.4 SR Dirasakan hingga Yogyakarta

Sabtu, 3 Desember 2022 | 18:07 WIB
X