Menafsirkan Pidato Jokowi, Siapakah yang Dimaksud Rambut Putih?

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:45 WIB
Julius Felicianus pada acara Titik Temu RKN Media membahas tentang pidato Jokowi yang dimaksud rambut putih siapa?, di Ayoja Coffe, Cilandak Barat, 3 Desember 2022 (pribadi )
Julius Felicianus pada acara Titik Temu RKN Media membahas tentang pidato Jokowi yang dimaksud rambut putih siapa?, di Ayoja Coffe, Cilandak Barat, 3 Desember 2022 (pribadi )

STRATEGI.ID - Baru-baru dalam acara silahturahmi relawan Nusantara Bersatu, Jokowi mengatakan soal calon pemimpin Indonesia.

“Calon pemimpin Indonesia ke depan harus yang memikirkan rakyatnya. Calon pemimpin seperti itu, dapat dilihat dari ciri fisiknya yakni berambut putih dan banyak kerutan.” ungkap Jokowi, Sabtu, 26 November 2022.

Oleh karena itu, Jokowi melanjutkan, masyarakat perlu hati-hati dengan pemimpin yang berpenampilan bersih dan tanpa kerutan di wajah.

Baca Juga: BMKG: Gempa Garut Akibat Aktivitas Dalam Lempeng Indo-Australia dengan Kedalaman 109 Km

"Kalau wajahnya cling, bersih, tidak ada kerutan di wajahnya, hati hati. Lihat juga, lihat rambut rambutnya, kalau rambutnya putih semua ini mikir rakyat ini," kata Jokowi.

Meski sudah menyebut ciri-ciri capres pilihannya secara spesifik, Jokowi dalam acara itu tidak menyebut nama tokoh. Beberapa relawan yang hadir banyak meneriakan nama Ganjar Pranowo, karena memiliki kesamaan ciri-ciri dengan yang Jokowi sebutkan.

Dari pidato Jokowi itu memang memberikan gambaran bahwa siapapun yang turut menentukan perubahan pada konstalasi politik ini memang harus memikirkan orang-orang yang bisa masuk ke dalam pertarungan itu.

“Kalau pak Jokowi mendukung Ganjar, itu sangat wajar karena sama-sama dari PDIP, kalau Jokowi mendukung mba Puan juga sangat wajar karna dia kan kader PDIP, dan kalua pak Jokowi mendukung Prabowo wajar juga, karena sekarang Prabowo ada di kabinetnya Jokowi” Kata Dr. Lely Arrianie, pada acara Titik Temu RKN Media, di Ayoja Coffe, Cilandak Barat. 3 Desember 2022.

Baca Juga: Tiga Wakil Asia di Fase Grup yang Cukup Fenomenal

Politik itu adalah pertemuan dan pertentangan dua kepentingan, hasil akhirnya adalah kompromi. Kompromi dari yang dipertentangkan dalam kepentingan.

Halaman:

Editor: Bobby San

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Reshuffle Kabinet, Jokowi: Tunggu Besok

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:45 WIB

Tata Cara Doa Sholat Dhuha dan Terjemahaanya

Selasa, 31 Januari 2023 | 19:52 WIB

Bor Neo Run 2023 Sukses Digelar oleh PHM

Selasa, 31 Januari 2023 | 19:48 WIB
X