• Sabtu, 18 September 2021

Penjejakan Koalisi Prabowo dengan Sby Bahas Isu Strategis

- Rabu, 25 Juli 2018 | 11:18 WIB
Strategi.id Jumpa Pers Pertemuan SBY dengan Prabowo di Mega Kuningan Selasa (24/7/18)
Strategi.id Jumpa Pers Pertemuan SBY dengan Prabowo di Mega Kuningan Selasa (24/7/18)

Strategi.id -  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaamannya Mega Kuningan Jakarta.Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas isu nasional, yang salah satunya soal Koalisi di Pilpres 2019 dan Penyelengaraan Pilpres yang diharapkan bisa berlangsung secara damai, jujur dan adil.

Pertemuan berlangsung di kediaman SBY Selasa (24/7/18) malam, yang berlangsung selama lebih kurang 2 jam. Setelah berbincang, keduanya menggelar jumpa pers bersama dan langsung bicara tentang komitmen bersama untuk menyukseskan Pemilu 2019.

"Yang pertama, komitmen agar pemilu berlangsung damai, jujur, dan adil, peacefull, truth and fair election. Kami bersepakat untuk berupaya dan berkontribusi bagi berlangsungnya pemilu, termasuk pilpres, yang benar-benar damai, jujur, dan adil," kata SBY dalam jumpa pers bersama Prabowo.

Bersama Prabowo, SBY sepakat mencegah politik identitas. SBY dan Prabowo juga sepakat mencegah politik SARA.

"Kami membahas serius perkembangan isu nasional, utamanya permasalahan yang dihadapi dan dialami rakyat Indonesia. Disoroti lima isu nasional, akan dibahas satu demi satu," ujar SBY. Isu tersebut disampaikan Oleh SBY dan dilengkapi oleh Prabowo.

SBY mengatakan hal pertama yang dibahas bersama Prabowo adalah soal pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, keseimbangan pembangunan manusia dan infrastruktur, situasi moneter, serta kebijakan pajak. Keduanya ingin rakyat bisa menggerakkan investasi dan dunia usaha.

"Yang paling penting menyangkut ekonomi dan kesejahteraan rakyat adalah penghasilan dan daya beli golongan dari orang-orang tidak mampu. Sebanyak 40 persen kalangan bawah yang jumlahnya sekitar 100 juta orang. Itu jadi sorotan kami," jelasnya.

Isu strategis kedua yang dibahas dan menjadi kesepakatan bersama dalam pertemuan itu adalah masalah hukum dan pemberantasan korupsi. SBY berharap penegakan hukum dapat dilakukan secara adil.

"Kita harap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tidak tebang pilih, dan bebas intervensi, dan hukum tidak menjadi alat politik," ujar SBY.

Isu ketiga yang dibahas keduanya adalah mengenai politik. Mereka sepakat untuk menangkal berita hoaks atau bohong.

"Kita sungguh berharap implementasi konstitusi dan UU Ketatanegaraan yang benar dalam kehidupan kita, juga pentingnya check and balances antarnegara, termasuk independensi antarnegara legislatif, yudikatif, dan eksekutif, termasuk kebebabasan pers, netralitas pemilu," sambung Presiden yang memimpin 2 periode dari 2004 sampai dengan 2014.

"Keempat, kami menyoroti pentingnya negara kesatuan, kerukunan nasional, dan sikap antiradilakisme. Persatuan bangsa penting untuk kita jamin dan jaga secara bersama juga kebinekaan dan toleransi. Kami sepakat kita tidak boleh membiarkan ekstremisme dan radikalisme dan kekerasan terjadi di negara ini atas dalil apa pun," ujar SBY.

Hal terakhir yang dibahas sekaligus disepakati SBY - Prabowo adalah soal Pancasila dan UUD 1945. Keduanya menolak dan mencegah upaya untuk menghadirkan paham lain di negara ini.

"Kami menolak dan mencegah berupaya menghadirkan paham dan ideologi lain yang mengancam Pancasila dan UUD 1945 dan juga pikiran untuk berdirinya negara agama karena bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi kita," pungkas  SBY diakir jumpa persnya.

Editor: Danar Priyantoro

Tags

Terkini

Bamsoet: Cintailah dah Belilah Produk Dalam Negeri

Sabtu, 18 September 2021 | 15:45 WIB
X