• Kamis, 21 Oktober 2021

Inilah Tokoh di Balik Pertempuran Surabaya 10 November

- Sabtu, 10 November 2018 | 15:00 WIB
Sutomo atau Bung Tomo.  ( Alex Mendoer/Wikipedia)
Sutomo atau Bung Tomo. ( Alex Mendoer/Wikipedia)

STRATEGI.ID - Ada banyak hari besar nasional yang patut diperingati oleh rakyat Indonesia setiap tahunnya. Mulai dari Hari Kemerdekaan, Hari Kebangkitan Nasional, Hari lahirnya sumpah pemuda, sampai dengan Hari Pahlawan. Nah, memasuki bulan November, itu artinya kita memperingati hari pahlawan.

Barangkali sempat terlintas di benak kita ketika masyarakat Surabaya secara heroik mampu untuk keluar dari tekanan Inggris dan berbalik menyerang. Hingga akhirnya ribuan bahkan belasan ribu orang tewas pada hari tersebut.

Tentu kita tak boleh melupakan sejarah panjang yang jadi cikal bakal mempertahankan kedulatan negara itu. Akan tetapi, di balik peristiwa tersebut, ada sejumlah tokoh yang punya andil dalam pertempuran itu.

Baca Juga: Mayor Udara Corinus Krey-Tokoh Pejuang Pembebasan Papua dan Pencetus Nama Irian Yang Hampir Terlupakan

Mereka yang jadi aktor di balik pertempuran itu, hadir dari rakyat Indonesia dan sekutu. Lalu siapa saja orang-orang di balik pertempuran besar Surabaya 10 November 1945 tersebut? Kami ulas sebagai berikut:

1.Hariyono dan Koesno Wibowo

Pada tanggal 31 Agustus 1945, pemerintah Indonesia memberikan maklumat agar sang saka merah putih terus selalu dikibarkan di seluruh nusantara. Hal itu diamini oleh segenap rakyat Indonesia.

Baca Juga: Ternyata Ada Pemuda Papua Ikut Sumpah Pemuda 1928

Namun, di sebuah hotel di kota Surabaya, sebuah penghinaan telah terjadi.
Adalah Ploegman seorang Belanda yang secara diam-diam mengibarkan bendera Merah Putih Biru (bendera Belanda) di sebuah tiang di atap Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit).
Ketika perkelahian pecah, keduanya pergi ke atap Hotel Yamato dan serta merta menurunkan bendera Belanda.

Tidak hanya itu, mereka dengan berani merobek bagian biru bendera tersebut dan membiarkan warna merah dan putih tersisa. Hal tersebut ditanggapi gemuruh oleh pemuda lain yang menyaksikannya.

Baca Juga: Tok... Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri

2.Jenderal Mallaby

Jenderal Mallaby adalah jenderal tertinggi di Jawa Timur. Ia tewas ketika mobilnya berpapasan dengan milisi Indonesia. Sebuah percekcokan salah paham terjadi sebelum akhirnya dua anggota bersenjata beda kubu itu saling melancarkan serangan.

Baca Juga: Sosok Polwan Berhati Mulia

Dari pihak Indonesia ada satu orang yang sampai sekarang tidak diketahui namanya yang menembak Mallaby hingga tewas. Tidak hanya itu, mobil Jenderal Mallaby juga terkena granat, dan akhinrya jenazah Mallaby sulit dikenali.

3.Bung Tomo

Ketika dirinya mengetahui Inggris telah menyebarkan ribuan kertas yang berisi agar Rakyat Surabaya tunduk, di situ Bung Tomo naik pitam. Dirinya merasa apa yang telah dilakukan Inggris adalah bentuk penghinaan. Lewat radio yang ia tukangi, Bung Tomo berorasi dan membakar semangat perjuangan Rakyat Indonesia untuk menolak tunduk.

Baca Juga: Kejagung Terus Sidik Keterlibatan Aktor Intelektual Lain Kasus Asabri

Dirinya berpidato dengan berapi-api dan menyebut “Dan untuk kita saudara-saudara. Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!“. Mayarakat Surabaya pun akhirnya terpekik. Dengan gagah berani mereka hadapi tentara Inggris yang memang memiliki alusista lengkap.

Baca Juga: Erick Thohir Nyamar Jadi Apoteker, Cek Pelayanan Kimia Farma

4.K.H Hasyim Asy’ari


Pada tanggal 9 November di pesantrennya, K.H Hasyim Asy’ari meminta ribuan santrinya untuk turun gelanggang dan bersama-sama bertempur mengusir Inggris.

Beberapa orang pun diminta untuk mengawal resolusi jihad ini. Mereka adalah Kyai Abbas dari pesantren Buntet Cirebon, Kiyai Haji Mas Mansyur, Kiyai Wahab Hasbullah, Bung Tomo, dan masih banyak lagi.

Halaman:

Editor: Bernadetha Tiara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengusaha Kritik Mangkraknya Lahan PRPP Jawa Tengah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:55 WIB
X