• Minggu, 28 November 2021

Perbedaan Sikap Prabowo Dengan Jokowi Masalah Kedubes Australia di Yerusalem

- Sabtu, 24 November 2018 | 15:00 WIB
Strategi.id- begini-ucapan-selamat-ulang-tahun-dari-jokowi-untuk-prabowo-subianto-diunggah-di-3-akun-medsos
Strategi.id- begini-ucapan-selamat-ulang-tahun-dari-jokowi-untuk-prabowo-subianto-diunggah-di-3-akun-medsos

Strategi.id- Bukan hanya soal kebijakan ekonomi, kedua paslon yang bertarung di pilpres 2019 juga memiliki perbedaan pandangan soal isu luar negeri. Khususnya soal wacana pemerintah Australia yang ingin memindahkan kedutaan di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pada forum Indonesia Economic Forum di Jakarta Pusat, Prabowo bilang bahwasanya keputusan Australia memindahkan kedutaanya di Israel ke Yerusalem bukan lah masalah bagi bangsa Indonesia ,Pada Rabu (21/11/18).

Baca Juga : Pernyataan Prabowo Soal Kedubes Australia Pindah ke Yerusalem
"Saya tidak melihat (pemindahan kedutaan Australia) menjadi masalah untuk Indonesia," kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu memang mengaku belum mengetahui keputusan final dari Australia terkait pemindahan kedutaan ke Yerusalem. Namun, Prabowo menghargai apapun keputusan Negeri Kanguru itu untuk memindahkan kedutaanya ke Yerusalem.

"Sebagai pendukung Palestina, kami tentu punya opini sendiri. Namun, Australia juga adalah negara independen dan berdaulat sehingga kita harus menghormati kedaulatan mereka," papar Prabowo.

Berbeda dengan Prabowo, calon presiden nomor urut 01 Jokowi justru mengambil resiko dengan tegas menolak keputusan Australia. Hal itu diungkapkan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui awak media pada (16/10/18) lalu.
"Kita memang enggak pernah setuju mengenai itu. Presiden juga menyatakan enggak setuju mengenai itu," ujar Luhut.

Kendati begitu, pemerintah menghargai wacana yang digulirkan oleh otoritas Australia. Luhut pun yakin keputusan penolakan tersebut menggangu mitra antara kedua negara.

"Mestinya sih enggak terpengaruh, jalan saja. Tapi kan kita tidak setuju. Tapi itu hak negara berdaulat untuk melakukan itu," pungkasnya.

Baca Juga : GNPF Warning Prabowo soal Kedubes Australia Pindah ke Yerusalem
"Beliau (Jokowi) berkomunikasi (dengan PM Australia). Tadi pagi," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/10/18).

"Kita menyampaikan concern, intinya menyampaikan concern mengenai announcement itu," tambahnya.

Retno menegaskan, sikap Indonesia untuk selalu mendukung Palestina merdeka tidak pernah berubah.

Oleh karena itu, Indonesia menolak pendudukan Israel, terhadap wilayah Palestina di jalur Gaza.

Indonesia meminta dunia internasional untuk menolak pemindahan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang dianggap sebagai kota suci agama baik Yahudi, Islam dan Kristen.

Baca Juga : TB Hasanuddin : Prabowo Tidak Faham UUD 1945

"Belum ada perubahan posisi," tegas Retno.

Meski Indonesia memprotes Australia, namun Retno enggan menjawab saat ditanya soal hubungan dagang yang selama ini sudah dijalin oleh kedua negara.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, negaranya tengah mempertimbangkan pemindahan kedutaan besar mereka untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Ini menunjukkan dukungan Australia kepada Israel.

Editor: Danar Priyantoro

Tags

Terkini

Presiden Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2021

Kamis, 25 November 2021 | 10:48 WIB
X