• Rabu, 27 Oktober 2021

Jokowi Tak Marah Dikritik Bos Bukalapak Achmad Zaky

- Sabtu, 16 Februari 2019 | 16:30 WIB
Jokowi Tak Marah Dikritik Bos Bukalapak Achmad Zaky
Jokowi Tak Marah Dikritik Bos Bukalapak Achmad Zaky


Strategi.id - Pihak Istana Kepresidenan menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak marah dengan cuitan Bos Bukalapak Achmad Zaky yang mengkritik anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia hingga 'presiden baru' pada beberapa waktu lalu.





"Sama sekali beliau tidak marah," ucap Staf Khusus Presiden Teten Masduki saat menemani bos Bukalapak menemui para awak media usai pertemuan dengan kepala negara di Istana Merdeka pada Sabtu (16/2/19).





Menurut Teten, Jokowi sudah mengerti maksud dari cuitan Zaky tersebut. Jokowi, sambungnya, melihat cuitan Zaky merupakan pandangan yang berusaha membangun sektor riset dan pengembangan industri di Tanah Air.





Hanya saja memang, katanya, sangat disayangkan karena data yang digunakan oleh Zaky justru kurang akurat.





Dalam cuitan itu, Zaky menggunakan data yang diperoleh dari situs persebaran informasi Wikipedia.





Namun,
data anggaran riset dan pengembangan yang dikutip Wikipedia tidak
menghadirkan perbandingan anggaran dari berbagai negara pada tahun yang
sama.





"Beliau memaafkan dan menasehati Zaky supaya lebih
hati-hati walaupun beliau juga sepakat dengan substansi yang diangkat
Zaky soal R&D, cuma memang Zaky keliru dari data yang dipakai,"
terangnya.





Selain itu, Teten mengatakan Jokowi tidak marah
karena lebih mempertimbangkan para pelaku yang terlibat dalam bisnis
online, termasuk para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang
menjadi pelapak.





Sebab, peran Bukalapak terhadap perkembangan
e-commerce sebagai marketplace sangat besar. Hal ini terlihat dari
status Unicorn yang disandang oleh Bukalapak bersama tiga perusahaan
lain, yaitu Gojek, Traveloka, dan Tokopedia.





"Beliau khawatir
kalau terus berlanjut uninstall Bukalapak akan mengganggu e-commerce di
Indonesia karena ini adalah salah satu dari empat unicorn di Indonesia,"
katanya.





Sementara terkait 'presiden baru' yang juga ada di cuitan Zaky, katanya, Jokowi justru tidak mempersoalkan itu sama sekali.





Meski
'presiden baru' membuat para pendukung calon presiden pertahana itu
sempat menggemakan tagar #UninstallBukalapak yang kemudian dibalas oleh
kubu lawan Jokowi di kontestasi politik dengan tagar #UninstallJokowi.





"Pak
Presiden lebih concern soal bagaimana bisnis online ini yang punya
koneksi terhadap UMKM yang di offline. Jadi ini jangan sampai kemudian
mengganggu ekonomi," ungkapnya.





"Zaky juga sudah menyampaikan
maaf, menjelaskan isu tweet-nya yang kemudian memang dari warning-nya
kurang tepat, sehingga ditafsirkan luas. Seolah-olah opposite
(berseberangan) terhadap pak Jokowi," sambungnya.





Lebih lanjut
Teten berharap persoalan kritik anggaran riset hingga 'presiden baru'
dari bos Bukalapak tidak diteruskan dan ditanggapi serius lagi oleh
masyarakat. "Mudah-mudahan pertemuan hari ini antara Zaky dengan Pak
Presiden, bisa menghentikan kegaduhan ini yang dalam tanda petik secara
ekonomi tidak menguntungkan," ujarnya.





Sebelumnya, Zaky baru
saja bertemu dengan Jokowi untuk meminta maaf secara langsung mengenai
cuitannya terkait anggaran dana riset di Indonesia yang tertinggal dari
negara-negara lain. Permintaan maaf disampaikannya sejak bertemu pada
pukul 10.30 di Istana Merdeka.





"Secara pribadi saya sampaikan
maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin. Terus selanjutnya saya
apresiasi tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk
membuat Indonesia maju," kata Zaky.






Halaman:

Editor: Fahri Purnama

Tags

Terkini

Jokowi Minta Libur Nataru Dikelola dengan Baik

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Dinda Syarif Mengaku Dirinya Seorang Transgender

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X