• Minggu, 28 November 2021

Soal Jokowi Sidak ke Apotek, Pery Rinandar: Kader Demokrat Jangan Asal Bunyi, Kasian AHY dan SBY

- Senin, 26 Juli 2021 | 10:30 WIB
IMG-20210726-WA0026
IMG-20210726-WA0026

Strategi.id - Presiden Jokowi melakukan sidak ke apotek Villa Duta di Kota Bogor, untuk memeriksa ketersediaan obat Covid-19 dan vitamin.

Saat datang ke apotek tersebut, Jokowi tidak menemukan obat yang dicari,lalu Jokowi langsung menelpon menteri kesehatan.

"Halo Pak Menteri, Pak saya cek ke apotek di Bogor, saya cari obat antivirus Oseltamivir nggak ada, cari lagi obat antivirus yang Favipiravir juga nggak ada kosong. Saya cari yang antibiotik Acetromicin juga nggak ada," ujar Jokowi ke Menkes Jumat (23/07/21).

Menteri kesehatan Budi Gunadi menjawab bahwa ketersediaan obat Covid-19 yakni obat Favipiravir masih tersedia di apotek Kimia Farma di Kota Bogor.

Ia menjelaskan bahwa telah ada data online yang ada di rumah sakit yang menampilkan ketersediaan obat Covid-19 dari berbagai macam apotek.

"Ok Villa Duta, karena saya ada catatan Pak Presiden. Kita kan sudah ada yang online. Saya barusan cek ya Pak misalnya untuk Favipiravir di Apotek Kimia Farma Tajur baru ada 4.900, apotek Kimia Farma Juanda 30 ada 4.300, Kimia Farma di Semplak Bogor ada 4.200. Jadi nanti saya double check ya. Nanti saya kirim ke ajudan Pak, itu ada data online yang ada di rumah sakit, nanti bisa dilihat by kota segala macam untuk apoteknya Kimia Farma, Century, Guardian, K24," kata Menkes Budi.

Kabar Jokowi sidak ke apotek ini ditanggapi oleh beberapa politisi Partai Demokrat seperti Syahrial Nasution.

Menurutnya, sidak yang Jokowi lakukan tersebut mirip seperti sinetron di televisi, dengan akting seadanya dan tak mendidik.

"Mirip sinetron di tv. Akting pas2an dan tdk mendidik. Beli obat keras kok gak pakai resep dokter? Presiden tinggal perintah anak buah kalo cuma ngecek stock obat," ujar Syahrial Nasution, seperti dikutip dari Twitter @syahrial_nst.

Lalu dirinya menambahkan "Yg hrs dicek bkn cuma 1 apotik di Bogor, tp se-Indonesia. Yg penting dicek brp luas tanah yg sdh beralih jd kuburan?," kata Syahrial Nasution.

Berikutnya kader Demokrat yang lain Politikus Demokrat, Cipta Panca Laksana menanggapi sebuah video yang memperlihatkan aksi blusukan Presiden Jokowi mengecek ketersediaan obat pasien Covid-19 di apotek.

Lewat cuitan di Twitter miliknya, Sabtu 24 Juli 2021, elite Partai Demokrat tersebut menilai seharusnya Jokowi memeriksa terlebih dulu orang-orang di Istana yang menurutnya ada kemungkinan menjadi mafia obat.

“Kemarin ada berita orang istana ikutan main obat anti covid. Coba diperiksa itu, siapa tahu mafia obat ada di sekitar istana. Iya enggak sih?,” cuit Cipta Panca Laksana.

Politisi Partai Demokrat lainnya Taufik Rendusara mengomentari soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendatangi apotek untuk memeriksa stok obat terapi pasien Covid-19.

Taufik menyebut Presiden Jokowi bodoh karena menurutnya, perlu resep dokter untuk membeli obat di apotek.

“Obat itu harus dengan resep dokter mana bisa beli sembarangan di apotek, goblok banget. Iya gak sih,” katanya melalui akun TRendusara pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Menanggapi sikap politisi demokrat tersebut Ketua Solidaritas Jaringan Covid 19 menurut kader Demokrat i yang cerdas itu obat tersebut harus dengan resep dokter.

"Nah ini buktinya sangat cerdas, padahal Jokowi nanya stok obat bukan beli obat, cuma nanya stok tersedia apa ngga, kan tidak perlu resep dokter, jangan asal bunyi kayak anjing, asal ada yang lewat mengonggong, cerdas cuma tingkat binatang kan repot," ujar Pery ketika dihubungi strategi.id .

Dirinya juga menambahkan sikap kader Demokrat yang lain, dengan mempertanyakan alasan elit pemerintah rajin menyerang Demokrat dan beranggapan pemerintah hilang fokus dan mencari kambing hitam.

"Tambah aneh aja Demokrat ini, mereka ngomong apa aja boleh , giliran di omongin eh baper, kita jujur ajalah 10 tahun berkuasa cuma ninggalin proyek Mangkrak, para Menteri nya korup dan masuk penjara, jika mau kritik pemerintah ya cuma nyari pansos aja, kasian AHY dan strategi.id/tag/SBY">SBY, " tegas aktifis 98 ini menutupi pembicaraannya.

Editor: Bobby San

Tags

Terkini

Presiden Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2021

Kamis, 25 November 2021 | 10:48 WIB
X