• Minggu, 28 November 2021

Ketua DPD RI Ingatkan Kepala Daerah Sejatim Tingkatkan Penanganan COVID 19

- Senin, 23 Agustus 2021 | 17:30 WIB
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti (dpd.go.id)
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti (dpd.go.id)

Strategi.id - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per (21/08/21) menginfokan Jawa Timur (Jatim) sebagai provinsi kedua kasus kematian COVID 19 terbanyak, dyngan presentase 7,1 persen. Menanggapi informasi tersebut, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan kepada seluruh kepala daerah Sejatim untuk meningkatkan penanganan COVID 19 di wilayah tersebut. Angka kematian kasus COVID 19 di Jatim juga menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Pengoptimalan yang diminta oleh Ketua DPD RI, termasuk mengoptimalkan isolasi terpusat (Isoter). Isoter dinilai mampu menekan angka kematian, dikarenakan banyak warga terpapar COVID 19 mendadak drop saat melakukan isolasi mandiri (Isoman). Tidak sedikit dari mereka yang melakukan isoman, akhirnya tak bisa tertolong.

“Ini (red: optimalisasi isoter) sebagai antisipasi agar pasien tertangani dengan baik sebab banyak kejadian warga yang terpapar COVID 19 drop mendadak saat isoman, sehingga tak sedikit yang kemudian tak bisa ditolong,” ujar Ketua DPD RI dalam pernyataan tertulis yang diterima strategi.id, Senin (23/8/21).

Baca Juga: Dengan Pesawat Merah Putih Presiden Kunjungan Kerja ke Jatim Tinjau Vaksinasi

Menurut Ketua DPD itu, kunci untuk menekan angka kematian COVID 19 di Jatim adalah menyediakan serta mengajak masyarakat yang terpapar COVID 19 untuk melakukan isoter. Agar bisa mendapatkan perawatan yang baik serta berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

“Kepala daerah juga harus cermat memahami kondisi di daerahnya masing-masing. Harus kerja cepat dan taktis dalam mengambil kebijakan. Meski kondisinya memang berat, kepala daerah harus cekatan dalam melakukan upaya penanganan kematian akibat COVID 19 yang masih tinggi,” tegas  Senator yang mewakili Jatim di DPD RI itu.

Lebih lanjut, LaNyalla meminta fasilitas kesehatan serta pelayanan kepada pasien COVID 19 di Jatim ditingkatkan. Hal itu diharapkan bisa memaksimalkan penanganan dan pelayanan kepada pasien COVID 19.

Baca Juga: Ketua MPR: Ruh Kedaulatan Rakyat di MPR Tidak Boleh Hilang

“Pastikan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur terkendali. Kemudian gencarkan lagi testing dan tracing terhadap kontak erat pasien dan suspect Corona. Oksigen dan obat-obatan serta vitamin bagi pasien COVID 19 harus selalu tersedia,” himbaunya.

Di luar tingginya angka kematian COVID 19 di Jatim, mantan Ketua Umum PSSI tersebut mengapresiasi tren penanganan COVID 19 yang telah membaik. Hal tersebut bisa dilihat dari laporan pemprov yang menyebut tren BOR mengalami menurun, juga terjadi peningkatan tracing dan testing dari  1,2 persen mengalami kenaikan menjadi 9,4 persen.

Halaman:

Editor: Suriel Tauruy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2021

Kamis, 25 November 2021 | 10:48 WIB
X