• Kamis, 2 Desember 2021

Pengamat Nilai PAN Peluang PAN Masuk Koalisi Besar dengan Konsekuensi Kursi Menteri

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:30 WIB
Strategi.id-Jokowi Minta Dukungan DPR Soal Perpu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan ( Foto : BPMI Stpres /Muchlis Jr/Ist)
Strategi.id-Jokowi Minta Dukungan DPR Soal Perpu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan ( Foto : BPMI Stpres /Muchlis Jr/Ist)

STRATEGI.ID – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan bergabung dalam pertemuan bersama ketua partai politik (Parpol) koalisi dengan presiden di istana negara. Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, ada dua kemungkinan melihat aktivitas yang dilakukan oleh Zulkifli Hasan.

Baca Juga: PAN Meneguhkan Kembali Cita-Cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

PAN akan resmi bergabung dengan koalisi pemerintah dengan konsekuensi mendapat jatah menteri atau posisi lainnya yang setara kementerian. Tapi bisa juga posisi PAN tetap seperti semula, bukan partai koalisi tapi bukan juga oposisi.” jelas Karyono Wibowo melalui keterangan tertulis ke strategi.id, Sabtu (28/08/21). 

Baca Juga: Ketua Umum PAN Berduka Atas Wafatnya Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah

Karyono Wibowo mengutarakan, jika PAN bisa dipastikan secara resmi dalam bergabung ke dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin, maka tinggal dua parpol di kubu oposisi Partai Keadilan Sejahterah (PKS) serta Partai Demokrat (PD). Menurutnya, kekuatan koalisi semakin tangguh, dan sebaliknya oposisi semakin loyo. 

Baca Juga: Emrus Sihombing: Pemerintah Perlu Perbaiki Manajemen Komunikasi dalam Penanganan COVID 19

“Di satu sisi oposisi melemah tetapi di sisi lain ada harapan. Salah satunya bisa mendapat manfaat elektoral dari sebagian masyarakat yang tidak puas dengan kinerja pemerintah dan para haters pemerintah. Asalkan mereka mampu mengelola isu yang bisa menarik simpati publik. Tapi jika pemerintah berhasil dalam melaksanakan pembangunan dan memuaskan masyarakat maka ada kecenderungan manfaat politiknya tidak terlalu signifikan.” 

Baca Juga: Karyono Wibowo: Debat Bahasa Inggris Norak

Lebih lanjut, Karyono Wibowo mengatakan posisi oposisi yang menyisakan dua parpol Demokrat dan PKS, akan mengalami kesulita dalam menghadapi koalisi pemerintah yang sejak awal loyal mendukung kinerja pemerintahan Jokowi – Ma’ruf. Ini dikarenakan partai-partai koalisi pasti akan merawat konstituennya masing-masing dalam situasi dan kondisi apapun. Di luar itu, sikap PAN sebelum merapat ke koalisi sudah menunjukan kemesraan dengan pemerintah.

Halaman:

Editor: Suriel Tauruy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Kehormatan Banser

Senin, 29 November 2021 | 11:00 WIB
X