• Minggu, 28 November 2021

Qlue Mendorong Lokalisasi Teknologi Demi Mensinergikan Kearifan Lokal

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:50 WIB
Qlue Mendorong Lokalisasi Teknologi Demi Mensinergikan Kearifan Lokal (Foto:Ist)
Qlue Mendorong Lokalisasi Teknologi Demi Mensinergikan Kearifan Lokal (Foto:Ist)

STRATEGI.ID - Qlue adalah penyedia ekosistem smart city paling komprehensif di Indonesia, mendorong peningkatan lokalisasi teknologi di Indonesia. Hal itu menjadi salah satu kunci dari pemanfaatan teknologi yang penetrasi sangat tinggi dengan selalu mempertahankan kearifan lokal di Indonesia. Lokalisasi teknologi juga dipandang perlu agar tidak terjadi benturan digitalisasi dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

Kemajuan teknologi memiliki potensi untuk mendegradasi kearifan lokal jika tidak dikelola secara optimal. Salah satunya contohnya adalah urbanisasi yang semakin tinggi lantaran perkembangan teknologi cenderung lebih banyak dimanfaatkan di kawasan perkotaan.

Baca Juga: GoTo Jadi Ekosistem Digital Pertama Integrasikan PeduliLindungi

Kondisi itu mengakibatkan kawasan perdesaan menjadi berpotensi ditinggal penduduknya yang berpotensi mengurangi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat. Karena itu, lokalisasi teknologi menjadi vital demi mendorong sinergi yang lebih optimal antara kemajuan teknologi dan kearifan lokal dalam memanfaatkan potensi ekonomi digital di Indonesia.

Sebab, penetrasi teknologi yang mayoritas berasal dari luar negeri tidak otomatis menjadi jawaban atas persoalan yang terjadi di suatu wilayah. Dengan didukung data-data yang komprehensif, lokalisasi teknologi menjadi lebih signifikan manfaatnya dalam menjadi solusi bagi masyarakat.

Baca Juga: Lazada Ciptakan Pahlawan Ekonomi Digital Indonesia

“Suatu hal yang signifikan adalah mengakomodir pasar yang ada. Jadi tidak hanya fokus mengembangkan teknologi, tetapi juga mengadaptasi teknologi untuk menjadi solusi atas sebuah masalah. Secara talent, Qlue memiliki engineer yang berasal dari berbagai daera seperti Yogyakarta, Bandung, bahkan sampai Papua. Prinsip hyper-localized teknologi itu sudah diterapkan oleh Qlue sehingga bisa menjangkau seluruh provinsi di Indonesia, bahkan diterima oleh pasar di Jepang, Malaysia, dan Singapura,,” ujar Founder dan CEO Qlue Rama Raditya, Sabtu (09/10/21).

Penetrasi teknologi yang cukup tinggi sendiri menjadi salah satu perhatian dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya di Indonesia. Transformasi digital yang berlangsung dalam skala luas harus memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal agar tidak masyarakat tidak kehilangan identitas kebudayaan.

Baca Juga: Lazada Dorong Penjualnya Tingkatkan Pengetahuan dan Menjadikannya Cuan

Perhatian itu kemudian memunculkan sebuah diskusi berjudul “Keberadaan Nilai Kearifan Lokal Dalam Pusaran Transformasi Digital” yang diselenggarakan oleh Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) bersama Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) secara virtual.

Halaman:

Editor: Ronald Loblobly

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terlalu Berisiko, Fitur Instagram Ini Mau Dibersihkan

Kamis, 25 November 2021 | 16:00 WIB

Deposito atau Tabungan, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Kamis, 18 November 2021 | 17:00 WIB

Sekarang Traveloka Bisa Scan Barcode PeduliLindungi

Rabu, 17 November 2021 | 13:30 WIB

Pengertian Google Spreadsheet dan Kegunaannya

Kamis, 11 November 2021 | 10:30 WIB

Simak Ini Aturan Terbaru OJK Tentang Pinjol Ilegal

Rabu, 10 November 2021 | 06:00 WIB
X