• Minggu, 23 Januari 2022

Kebijakan Pemerintah Terkait Kendaraan Hemat Bahan Bakar Memanfaatkan Kemajuan Teknologi

- Minggu, 21 November 2021 | 18:14 WIB
Kendaraan Mobil Listrik (Nissan)
Kendaraan Mobil Listrik (Nissan)

STRATEGI.ID - Program pemerintah terkait Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) sudah dijalankan pemerintah sejak tahun 2013.

Namun, perlu adanya pembaruan kebijakan terkait LCGC, seiring perkembangan teknologi dan isu lingkungan yang semakin kuat (21/11/21).

Peluncuran varian mobil listrik diharapkan dapat mendorong makin banyak orang memiliki mobil, mengurangi subsidi bahan bakar, dan untuk berkompetisi dengan mobil impor, serta memperbanyak lapangan kerja di dalam negeri.

Baca Juga: Jajal Mobil Listrik, Jokowi Dorong Pembangunan Ekosistem Mobil Listrik

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan suplai energi di Indonesia 67 persen berasal dari batu bara, 15 persen bahan bakar atau  fuel dan 8 persen gas.

“Kalau kita bisa mengalihkan ke energi lain misalnya mobil diganti dengan listrik semuanya, karena PLN oversupply maka pasokan dari PLN terserap dan impor minyak Pertamina menjadi turun,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, transisi energi ini tidak bisa ditunda-tunda. Perencanaan sudah harus mulai disiapkan. Peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan perubahan iklim.

Baca Juga: Bentrokan Ormas FBR Vs Pemuda Pancasila di Tanggerang Berujung Korban Luka

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan kesiapan pemerintah memasuki era kendaraan listrik. Peta jalan pengembangan industri otomotif pun disesuaikan dengan upaya mengurangi emisi karbon.
 
Selanjutnya, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap sebagai bagian tahap pengembangan industrialisasi KBLBB di Indonesia.
 
"Hingga 2030, industri dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi mobil listrik dan bis listrik sebanyak 600 ribu unit. Dengan angka tersebut, diharapkan konsumsi BBM dapat berkurang sebesar 3 juta Barrel serta menurunkan emisi CO2 sebanyak 1,4 juta Ton," jelas Menperin.

Halaman:

Editor: Mochamad Rizki Damanhuri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap Siap Hype Metaverse, Pahami Istilahnya Di Sini

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:00 WIB
X